Sangat dianjurkan untuk mengucapkan salam secara sempurna yaitu dengan lafadz: *Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh*.

🍃 Dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu anhu beliau berkata: 
 جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : السَّلَامُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ، ثُمَّ جَلَسَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” عَشْرٌ “. ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ : السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ، فَجَلَسَ، فَقَالَ : ” عِشْرُونَ “. ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ : السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ، فَجَلَسَ، فَقَالَ : ” ثَلَاثُونَ “.
 _”Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengucapkan, “Assalamu Alaikum?” Beliau membalas salam orang tersebut lalu duduk, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda: “Sepuluh.” Setelah itu ada seseorang datang dan mengucapkan salam, “Assalamu Alaikum wa Rahmatullah.” Beliau membalas salam orang tersebut lalu duduk, beliau bersabda: “Dua puluh.” Setelah itu ada lagi orang datang dan mengucapakan salam, “Assalamu Alaikum Wa Rahmatullahi Wa barakatuh.” Beliau membalas salam orang tersebut lalu duduk, beliau bersabda: “Tiga puluh.”_

______

HR. Bukhari didalam Al Adabul Mufrod (986), Abu Dawud (5195) dan At Tirmidzi (2689).
  Menjawab salam dengan yang lebih baik atau yang semisalnya.
ini adalah adab yang sangat baik bagi seorang muslim untuk memberikan perkara yang lebih baik kepada saudaranya yang telah memberikan kebaikan kepadanya termasuk salam.
🍁 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
*_”Dan Jika kalian diberikan penghormatan (salam) maka balaslah salam tersebut dengan yang lebih baik darinya atau balaslah dengan yang semisal dengannya, Sesungguhnya Allah terhadap segala sesuatu maha menghitung.”_*

_____

QS. An Nisa: 86.
Maka hendaklah seorang muslim minimal dia memberikan atau membalas salam dengan yang semisal atau setara dengan salam tersebut dan sangat dianjurkan untuk membalasnya dengan perkara yang lebih baik.
 Contoh;

Ketika seseorang mengucapkan salam; “Assalamualaikum”, maka hendaklah dijawab: “Waalaikumsalam” atau “Waalaikumsalam warahmatullah.”
Demikian pula termasuk memberikan yang lebih baik dalam menjawab salam adalah dari sisi kondisi, misalnya jika seseorang memberikan salam kepada kita dengan kondisi tersenyum dan wajah yang ceria, maka hendaklah kita juga membalas yang semisal dengannya atau lebih baik darinya, ini adalah diantara adab – adab yang sangat baik di dalam memberikan salam.
Tidak mengkhususkan salah seorang di dalam memberikan salam kepadanya jika berada di satu majelis atau perkumpulan, karena maksud dari salam adalah untuk menumbuhkan suatu kecintaan dan saling keterikatan, sedangkan jika seorang diberikan salam kepada salah satunya saja maka akan menimbulkan kebencian dan kesalahpahaman bagi yang lainnya. Berkata sebagaian As Salaf:  
يكره إذا لقي جماعة أن يخص بعضهم بالسلام لأن القصد بمشروعة السلام تحسين الألفة وبالتخصيص إيحاش غيره من خص بالسلام
»» Sangat dibenci jika seseorang bertemu dengan sekelompok orang kemudian dia mengkhususkan sebahagiannya saja dengan salam, karena maksud dari pensyariatan salam adalah untuk memunculkan keterikatan (kecintaan) dan didalam mengkhususkan salah satu dari mereka tanpa yang lainnya, ini terdapat bentuk kebencian.
Wallohu a’lam.
———————————————-

✍🏻 Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy Hafidzahullah.

Iklan