๐Ÿ““๐Ÿ“•๐Ÿ“—๐Ÿ“˜๐Ÿ“™๐Ÿ“”ARTIKEL MALAM
Hari/Tgl : Selasa, 14 Maret 2017

                  16 Jumadil Akhir 1438 H

No :741/AM/KOM/III/2017

Materi. : Hadist

Tujuan : Kutuber & Umum

=============================

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ
๐Ÿ“‹ Hadist Arba’in ke 16: Jangan Marah
๐Ÿ–Œ Al-Wafi; DR.Musthafa Dieb al-Bugh
ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุŒ ุฃู† ุฑุฌู„ุง ู‚ุงู„ ู„ู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ุฃูˆ ุตู†ูŠุŒ ู‚ุงู„: ู„ุงุชุบุถุจ ูุฑุฏุฏ ู…ุฑุงุฑุŒ ู‚ุงู„: ู„ุง ุชุบุถุจ { ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ}
Abu Hurairah ra. berkata, seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw. โ€œBerilah aku nasehat.โ€ Beliau menjawab: โ€œJangan marah.โ€ Beliau mengulanginya beberapa kali, โ€œJangan marah.โ€ (HR Bukhari)
โ™จ Fiqhul Hadits (kandungan hadits)
7. Mencegah kemarahan. 
โ— Marah merupakan tabiat dan bawaan manusia. Akan tetapi, seorang muslim yang senantiasa berhubungan dengan Allah swt. akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak marah. Yaitu dengan cara menjauhkan semua perkara yang dapat menimbulkan kemarahan dan berusaha meredam jika kemarahan telah meledak.
a. Sumber kemarahan: 
โ— Sumber rasa marah adalah sombong, merasa tinggi hati, membanggakan diri, menghina orang lain, banyak bercanda, suka perdebatan, melakukan perkara-perkara yang sebenarnya tidak bermanfaat, ambisi untuk harta dan kedudukan yang lebih. 
โ— Seorang muslim dianjurkan untuk menjauhi akhlak-akhlak yang tercela dan mendidik dirinya dengan akhlak-akhlak yang mulia.
b. Mencegah kemarahan.
โ— Cara mencegah rasa marah adalah dengan melatih jiwa dengan akhlak yang terpuji: sabar, lemah lembut, tidak tergesa-gesa dalam segala hal, dan lain sebagainya. 
โ— Teladan kita dalam hal ini adalah Rasulullah saw. Ketika Zaid bin Saโ€™nah, sebelum masuk Islam, mendatangi beliau dan menagih hutang yang belum jatuh tempo, dengan sikap yang sangat kasar. Beliau menghadapinya dengan senyum dan sabar. Bahkan beliau melarang Umar yang menghardik laki-laki tersebut dengan berkata: โ€œHai Umar, aku dan dia tidak membutuhkan sikap seperti itu. Lebih baik engkau menyuruhku melunasi hutangku, dan menyuruhnya menagih hutang dengan baik.โ€ 
โ— Setelah itu beliau melunasi hutangnya, bahkan jumlahnya melebihi hutang semula, sebagai imbalan dari hardikan yang diterima dari Umar. Akhirnya sikap Rasulullah saw. ini menjadi penyebab masuknya Zaid bin Saโ€™nah ke dalam Islam.
โ— Mengingat-ingat dampak dari marah, keutamaan meredam marah dan keutamaan memaafkan orang yang berbuat salah. Allah swt. berfirman: 
ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูู†ู’ููู‚ููˆู’ู†ูŽ ููู‰ ุงู„ุณูŽู‘ุฑูŽู‘ุขุกู ูˆูŽุงู„ุถูŽู‘ุฑูŽู‘ุขุกู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูฐุธูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุธูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠู’ู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุ• ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูŠูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู’ู†ูŽ 
“(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran: 134)
Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: โ€œBarangsiapa yang menahan amarah dan ia sebenarnya mampu untuk meluapkannya, maka pada hari kiamat kelak, ia akan dipanggil Allah di hadapan semua makhluk-Nya, lalu ia disuruh memilih bidadari yang ia inginkan.โ€
โ— Dalam riwayat Ahmad tersebut disebutkan: โ€œTidaklah seseorang menahan amarah, karena Allah, kecuali rongganya akan dipenuhi keimanan.โ€ Dan dalam riwayat Abu Dawud disebutkan, โ€œAllah akan memenuhi perutnya dengan ketenangan dan keimanan.โ€
โ— Taโ€™awudz 
Allah swt. berfirman: 
ูˆูŽุงูู…ูŽู‘ุง ูŠูŽู†ู’ุฒูŽุบูŽู†ูŽู‘ูƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูฐู†ู ู†ูŽุฒู’ุบูŒ ููŽุงุณู’ุชูŽุนูุฐู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุ• ุงูู†ูŽู‘ู‡ู— ุณูŽู…ููŠู’ุนูŒ ุนูŽู„ููŠู’ู…ูŒ
“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200)
โ— Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa dua orang laki-laki saling mencaci di samping Rasulullah saw. salah satunya mencaci saudaranya sambil marah, hingga wajahnya memerah. Maka Rasulullah saw. bersabda: โ€œSesungguhnya aku mengetahui satu kalimat, andai ia ucapkan, tentulah kemarahan yang mereka alami akan hilang. Yaitu a-โ€˜uudzubillaaHi minasy syaithaanir rajiim (aku berlindung kepada Allah dari kejahatan syaitan yang terkutuk.)โ€
โ— Mengubah posisi. Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: โ€œJika salah seorang di antara kalian marah dan dia berdiri, maka duduklah. Karena kemarahan akan hilang. Jika belum hilang maka berbaringlah.โ€ Hal itu dikarenakan posisi berdiri lebih mudah untuk meluapkan dendam, lain halnya dengan duduk ataupun berbaring.
โ— Menghentikan bicara. Karena dengan tetap bicara, sangat mungkin kemarahannya bertambah, atau ia mengucapkan perkataan yang akan ia sesali setelah kemarahannya reda. Rasulullah saw. bersabda: โ€œJika salah seorang di antara kalian marah, maka diamlah.โ€ Nabi saw. mengucapkannya tiga kali. (HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Dawud)
โ— Berwudhu. Karena pada dasarnya, kemarahan adalah api yang membara dalam diri manusia, maka air akan memadamkan api tersebut. Rasulullah saw. bersabda, โ€œSesungguhnya kemarahan pada dasarnya adalah bara yang sedang membakar di hati anak Adam.โ€ (Hr Imam Ahmad dan Tirmidzi). 
โ— Wudhu juga merupakan ibadah dalam rangka dzikrullah (mengingat Allah) yang akan membuat syaitan yang sedang menyalakan api amarah pada diri seseorang, lari dan bersembunyi. Rasulullah saw. bersabda: โ€œSesungguhnya amarah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api. Jika seseorang di antara kalian marah maka berwudhulah.โ€ (HR Ahmad dan Abu Dawud)
8. Marah dengan Kerdhaan Allah swt. 
โ— Marahlah karena mencari keridhaan Allah swt. Marah yang harus dijauhi oleh setiap muslim adalah marah yang didasari dendam dan bukan untuk membela ajaran Allah swt. Adapun marah untuk membela agama Allah, maka marah seperti itu adalah marah yang terpuji. Allah swt. berfirman: 
ู‚ูŽุงุชูู„ููˆู’ู‡ูู…ู’ ูŠูุนูŽุฐูู‘ุจู’ู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุจูุงูŽูŠู’ุฏููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูุฎู’ุฒูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุตูุฑู’ูƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุดู’ูู ุตูุฏููˆู’ุฑูŽ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู…ูู‘ุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ 
“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,” (QS. At-Taubah: 14)
โ— Di dalam riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah saw. lebih pemalu daripada gadis dalam pinangan. Jika beliau melihat sesuatu yang tidak disukai, maka kami bisa mengetahuinya dari wajahnya.โ€ Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah saw. tidak pernah marah. Namun jika larangan Allah dilanggar, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat meredam kemarahannya.โ€ (HR Bukhari, Muslim, dan lainnya)
9. Marah dengan Tanggung Jawab 
โ— Orang yang marah dengan bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Jika disaat marah, seseorang merusak harta orang lain, maka ia harus menggantinya. Jika ia membunuh seseorang, dengan sengaja dan penuh permusuhan, maka ia layak mendapatkan qishash. Jika ia mengucapkan kekufuran, maka dianggap murtad sampai ia bertaubat kembali. Jika ia bersumpah, maka sumpahnya sah dan harus dilaksanakan. Dan jika mengucapkan thalak (cerai), maka ia benar-benar telah menceraikan istrinya.
10. Nasehat
โ— Hadits ini mengisyaratkan semangat yang tinggi seorang muslim untuk selalu mendapatkan nasehat, mengetahui sisi-sisi kebenaran dan senantiasa menambah pengetahuan dengan ilmu yang bermanfaat.
11. Keteladanan 
โ— Hadits ini mengisyaratkan untuk sedikit bicara, banyak bekerja, dan memberikan pelajaran dengan keteladanan yang baik.
Wallahu A’lam

โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†

๐ŸŒ Sumber: http://www.quranmulia.wordpress.com/hadits-arbain/hadits/

Iklan