๐Ÿ“Œ Niat Untuk Berqurban

Berqurban adalah termasuk amal ibadah, dan amal ibadah mestilah didahulukan dengan niat untuk membedakannya dengan adat (kebiasaan). Syaikh Wahbah Az Zuhaili Rahimahullah menerangkan:

ู„ุง ุชุฌุฒุฆ ุงู„ุฃุถุญูŠุฉ ุจุฏูˆู† ุงู„ู†ูŠุฉุ› ู„ุฃู† ุงู„ุฐุจุญ ู‚ุฏ ูŠูƒูˆู† ู„ู„ุญู…ุŒ ูˆู‚ุฏ ูŠูƒูˆู† ู„ู„ู‚ุฑุจุฉุŒ ูˆุงู„ูุนู„ ู„ุง ูŠูƒูˆู† ู‚ุฑุจุฉ ุจุฏูˆู† ุงู„ู†ูŠุฉุŒ ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู…: ยซุฅู†ู…ุง ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุจุงู„ู†ูŠุงุชุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ู„ูƒู„ ุงู…ุฑุฆ ู…ุง ู†ูˆู‰ยป ู‚ุงู„ ุงู„ูƒุงุณุงู†ูŠ: ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ู…ู†ู‡ ุนู…ู„ ู‡ูˆ ู‚ุฑุจุฉุŒ ูู„ุง ุชุชุนูŠู† ุงู„ุฃุถุญูŠุฉ ุฅู„ุง ุจุงู„ู†ูŠุฉ.

Qurban tidaklah sah tanpa niat, karena sembelihan yang akan menjadi daging akan menjadi qurbah (sarana mendekatkan diri kepada Allah Taโ€™ala), dan perbuatan tidaklah dinilai sebagai qurbah tanpa dengan niat, sesuai sabdanya: (sesungguhnya amal perbuatan hanyalah dengan niat dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa-apa yang sesuai yang diniatkannya). Al Kisani mengatakan: โ€œmaksudnya adalah amal perbuatan untuk qurbah, maka berqurban tidaklah memiliki nilai kecuali dengan niat.โ€ [1]

Beliau meneruskan:

ูˆุงุดุชุฑุท ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ูˆุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ: ุฃู† ุชูƒูˆู† ุงู„ู†ูŠุฉ ุนู†ุฏ ุฐุจุญ ุงู„ุฃุถุญูŠุฉุ› ู„ุฃู† ุงู„ุฐุจุญ ู‚ุฑุจุฉ ููŠ ู†ูุณู‡. ูˆูŠูƒููŠู‡ ุฃู† ูŠู†ูˆูŠ ุจู‚ู„ุจู‡ุŒ ูˆู„ุง ูŠุดุชุฑุท ุฃู† ูŠุชู„ูุธ ุจุงู„ู†ูŠุฉ ุจู„ุณุงู†ู‡ุ› ู„ุฃู† ุงู„ู†ูŠุฉ ุนู…ู„ ุงู„ู‚ู„ุจุŒ ูˆุงู„ุฐูƒุฑ ุจุงู„ู„ุณุงู† ุฏู„ูŠู„ ุนู„ูŠู‡ุง

Kalangan Syafiโ€™iyah dan Hanabilah mengsyaratkan: hendaknya berniat sebelum menyembelih, karena menyembelih (hewan qurban) merupakan qurbah. Telah mencukupi bahwa niat adalah di hati. Tidak disyaratkan melafazkan niat dengan lisan, karena niat adalah amalan hati, dan pengucapan di lisan merupakan petunjuk bagi amalan di hati. [2]

๐Ÿ“Œ Waktu Penyembelihan

Waktu penyembelihan Qurban hanyalah tertentu saja, yakni setelah Shalat โ€˜Ied (10 Zulhijjah) hingga selesai ayyamut tasyriq (hari-hari tasyrik), yakni 11,12,13 Zulhijjah. Lewat itu maka bukan lagi disebut Hewan Qurban (Al Udh-hiyah) tetapi sedekah biasa, namun tetap akan mendapat ganjaran dari Allah Taโ€™ala. Insya Allah.

Hal ini berdasarkan hadits dari Jubeir bin Muthโ€™im Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ูˆูŽูƒูู„ู‘ู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุงู„ุชู‘ูŽุดู’ุฑููŠู‚ู ุฐูŽุจู’ุญูŒ

โ€œSetiap hari-hari tasyriq merupakan waktu penyembelihan.โ€[3]

Penyembelihan dilakukan setelah shalat Ied, sesuai ayat berikut:
ููŽุตูŽู„ู‘ู ู„ูุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุญูŽุฑู’

โ€œMaka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.โ€ (QS. Al Kautsar: 2)

Ayat ini menunjukkan bahwa annahr (penyembelihan) dilakukan setelah shalat โ€˜Ied sebagaimana yang diterangkan oleh Imam Ash Shanโ€™ani di atas.

Juga diterangkan dalam riwayat Jundab Al Bajali Radhiallahu โ€˜Anhu:

ุดูŽู‡ูุฏู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽุถู’ุญู‹ู‰ ุซูู…ู‘ูŽ ุฎูŽุทูŽุจูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฐูŽุจูŽุญูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠูŽ ููŽู„ู’ูŠูุนูุฏู’ ู…ูŽูƒูŽุงู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ุฐูŽุจูŽุญูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุฐู’ุจูŽุญู’ ุจูุงุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œAku melihat Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam shalat pada Idul Adha, kemudian berkhutbah dan berkata: barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat maka dikembalikan tempatnya, dan barangsiapa yang belum menyembelih maka sembelihlah dengan menyebut nama Allah.โ€[4]

๐Ÿ“š Daftar Pustaka

[1] Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, 1/187

[2] Ibid

[3] HR. Ahmad No. 16751. Ath Thabarani dalam Al Muโ€™jam Al Kabir No. 1583, Al Baihaqi dalam As sunan Al Kubra No. 10006, 19021. Alauddin Al Muttaqi Al Hindi, Kanzul โ€˜Ummal No. 12052. Berkata Imam Al Haitsami: rijaluhu mautsuqun (semua) pirawayat haditsnya tsiqat (kredibel/terpercaya).(Majmaโ€™ az Zawaid, 3/251). Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan: โ€œshahih lighairih.โ€ (Taโ€™liq Musnad Ahmad No. 16751)

[4] HR. Bukhari No. 6674, Muslim No. 1960. Ath Thabarani dalam Al Muโ€™jam Al Kabir No. 1713, Al baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 6058, Abu โ€˜Uwanah dalam Musnadnya No. 7834

4โƒฃ Jenis Hewan Sembelihan

Tidak semua hewan bisa dijadikan sembelihan qurban. Sebab, ini adalah ibadah yang sudah memiliki petunjuk bakunya dalam syariat yang tidak boleh diubah, baik dikurang atau ditambah.

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah berkata tentang hal ini:

ุฃุฌู…ุน ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุนู„ู‰ ุฃู† ุงู„ู‡ุฏูŠ ู„ุง ูŠูƒูˆู† ุฅู„ุง ู…ู† ุงู„ู†ุนู… ุŒ ูˆุงุชูู‚ูˆุง: ุนู„ู‰ ุฃู† ุงู„ุงูุถู„ ุงู„ุงุจู„ุŒ ุซู… ุงู„ุจู‚ุฑุŒ ุซู… ุงู„ุบู†ู…. ุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ุงู„ุชุฑุชูŠุจ. ู„ุงู† ุงู„ุงุจู„ ุฃู†ูุน ู„ู„ูู‚ุฑุงุกุŒ ู„ุนุธู…ู‡ุงุŒ ูˆุงู„ุจู‚ุฑ ุฃู†ูุน ู…ู† ุงู„ุดุงุฉ ูƒุฐู„ูƒ.

โ€œUlama telah ijmaโ€™ (sepakat) bahwa hewan qurban itu hanya dapat diambil dari hewan ternak (An Naโ€™am)[1]. Mereka juga sepakat bahwa yang lebih utama adalah unta (Ibil), lalu sapi/kerbau (Baqar), lalu kambing (Ghanam), demikianlah urutannya. Alasannya adalah karena Unta lebih banyak manfaatnya (karena lebih banyak dagingnya, pen) bagi fakir miskin, dan demikian juga sapi lebih banyak manfaatnya dibanding kambing.โ€[2]

Dalil-dalilnya adalah, dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu โ€˜Anhu:

ุญูŽุฌูŽุฌู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู†ูŽุญูŽุฑู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ุจูŽุนููŠุฑูŽ ุนูŽู†ู’ ุณูŽุจู’ุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุณูŽุจู’ุนูŽุฉู

โ€œKami haji bersama Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam kami berkurban dengan Unta untuk tujuh orang, dan Sapi untuk tujuh orang.โ€[3]

Untuk kambing, dalilnya adalah:

ูˆูŽู†ูŽุญูŽุฑูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุจูŽุฏูŽู†ูŽุงุชู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู‚ููŠูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽุฐูŽุจูŽุญูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ูƒูŽุจู’ุดูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽู…ู’ู„ูŽุญูŽูŠู’ู†ู[4]

โ€œNabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam menyembelih Unta dengan tangannya sendiri sambil berdiri, di Madinah Beliau menyembelih dua ekor kambing Kibasy yang putih.โ€[5]

5โƒฃ Syarat-Syarat Hewan Layak Qurban

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menuliskan ada dua syarat:

1 – ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุซู†ูŠุงุŒ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู…ู† ุบูŠุฑ ุงู„ุถุฃู†ุŒ ุฃู…ุง ุงู„ุถุฃู† ูุฅู†ู‡ ูŠุฌุฒุฆ ู…ู†ู‡ ุงู„ุฌุฐุน ูู…ุง ููˆู‚ู‡. ูˆู‡ูˆู…ุง ู„ู‡ ุณุชุฉ ุฃุดู‡ุฑุŒ ูˆูƒุงู† ุณู…ูŠู†ุง. ูˆุงู„ุซู†ูŠ ู…ู† ุงู„ุงุจู„: ู…ุงู„ู‡ ุฎู…ุณ ุณู†ูŠู†ุŒ ูˆู…ู† ุงู„ุจู‚ุฑ: ู…ุง ู„ู‡ ุณู†ุชุงู†ุŒ ูˆู…ู† ุงู„ู…ุนุฒ ู…ุง ู„ู‡ ุณู†ุฉ ุชุงู…ุฉุŒ ูู‡ุฐู‡ ูŠุฌุฒุฆ ู…ู†ู‡ุง ุงู„ุซู†ูŠ ูู…ุง ููˆู‚ู‡.

2 – ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุณู„ูŠู…ุงุŒ ูู„ุง ุชุฌุฒุฆ ููŠู‡ ุงู„ุนูˆุฑุงุก ูˆู„ุง ุงู„ุนุฑุฌุงุก ูˆู„ุง ุงู„ุฌุฑุจุงุกุŒ ูˆู„ุงุงู„ุนุฌูุงุก . ูˆุนู† ุงู„ุญุณู†: ุฃู†ู‡ู… ู‚ุงู„ูˆุง: ุฅุฐุง ุงุดุชุฑู‰ ุงู„ุฑุฌู„ ุงู„ุจุฏู†ุฉุŒ ุฃูˆ ุงู„ุงุถุญูŠุฉุŒ ูˆู‡ูŠ ูˆุงููŠุฉุŒ ูุฃุตุงุจู‡ุง ุนูˆุฑุŒ ุฃูˆ ุนุฑุฌุŒ ุฃูˆ ุนุฌู ู‚ุจู„ ูŠูˆู… ุงู„ู†ุญุฑ ูู„ูŠุฐุจุญู‡ุง ูˆู‚ุฏ ุฃุฌุฒุฃุชู‡. ุฑูˆุงู‡ ุณุนูŠุฏ ุจู† ู…ู†ุตูˆุฑ.

โœ… Hendaknya yang sudah besar, jika selain jenis Adh Dhaโ€™nu (benggala, biri-biri, kibasy, dan domba). Jika termasuk Adh Dhaโ€™nu maka cukup jadzaโ€™ atau lebih. Jadzaโ€™ adalah enam bulan penuh dan gemuk badannya. Unta dikatakan besar jika sudah mencapai umur lima tahun. Sapi jika sudah dua tahun. Kambing jika sudah setahun penuh.

Bika hewan-hewan ini telah mencapai umurnya masing-masing maka sudah boleh dijadikan hewan kurban.

โœ… Hendaklah sehat dan tidak cacat . Maka tidak boleh ada pincang, buta sebelah, kurap (penyakit kulit), dan kurus. Dari Al Hasan: bahwa mereka berkata jika seorang membeli Unta atau hewan kurban lainnya dan kondisinya sehat-sehat saja, namun sehari sebelum hari โ€“ H mengalami pincang, buta sebelah, atau kurus kering, maka hendaklah diteruskan penyembelihannya, karena yang demikian telah cukup memadai. (HR. Said bin Manshur).[6] Demikian dari Syaikh Sayyid Sabiq.

Jadi, bisa diringkas, jika hewan kurbannya adalah jenis kibas, biri-biri, dan domba, maka minimal adalah setengah tahun penuh. Jika selain itu maka hendaknya yang sudah cukup besar, biasanya ukuran โ€˜besarโ€™ bagi kambing biasa adalah setahun penuh. Sapi adalah dua tahun penuh, dan Unta adalah lima tahun.

๐Ÿ“Œ Jantan dan Betina Sama Saja

Tidak sedikit yang bingung tentang ini, padahal keduanya boleh dan sah sebagai qurban.

Tertulis dalam Al Mausu’ah:

( ุงู„ุดุฑุท ุงู„ุฃูˆู„ ) ูˆู‡ูˆ ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡ ุจูŠู† ุงู„ู…ุฐุงู‡ุจ : ุฃู† ุชูƒูˆู† ู…ู† ุงู„ุฃู†ุนุงู… ุŒ ูˆู‡ูŠ ุงู„ุฅุจู„ ุนุฑุงุจุง ูƒุงู†ุช ุฃูˆ ุจุฎุงุชูŠ ุŒ ูˆุงู„ุจู‚ุฑุฉ ุงู„ุฃู‡ู„ูŠุฉ ูˆู…ู†ู‡ุง ุงู„ุฌูˆุงู…ูŠุณ ูˆุงู„ุบู†ู… ุถุฃู†ุง ูƒุงู†ุช ุฃูˆ ู…ุนุฒุง ูˆูŠุฌุฒุฆ ู…ู† ูƒู„ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฐูƒูˆุฑ ูˆุงู„ุฅู†ุงุซ

Syarat pertama, dan ini disepakati madzhab-madzhab, bahwa hewan qurban adalah dari golongan hewan ternak. Yaitu Unta, Sapi peliharaan termasuk jawamis (sejenis banteng), dan juga kambing baik yang benggala atau biasa. Dan semua itu sah baik jantan dan betina. (Al Mausu’ah, 5/81-82)

Pemateri :Ustadz Farid Nu’man Hasan.

๐Ÿ“š Daftar Pustaka

[1] Jamaknya Al Anโ€™am, Syaikh Sayyid Sabiq mengatakan yang termasuk An Naโ€™am adalah unta, sapi, dan kambing, baik jantan atau betina. (Fiqhus Sunnah, 1/737, cat kaki no. 1). Dalam Kamus standar Arab – Indonesia, Prof. Dr. Mahmud Yunus, An Naโ€™am diartikan unta, lembu kambing , termasuk kerbau (hal. 459)

[2] Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/737. Darul Kitab Al โ€˜Arabi

[3] HR. Muslim No. 1318, An Nasaโ€™i dalam As Sunan Al Kubra No. 4122, Malik dalam Al MuwaththaNo. 1032, riwayat Yahya Al Laitsiy. Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 9572

[4] Kabsyain Amlahain (dua kibasy yang putih), Al Amlah artinya adalah putih tanpa campuran, namun Al โ€˜Iraqi mengatakan yang benar adalah putih dan hitam, namun putihnya lebih banyak.(Bulughul Maram, Hal. 252, Cat kaki no. 4. Cet. 1. 1425H โ€“ 2004M. Darul Kutub Al Islamiyah)

[5] HR. Bukhari No. 1551, Al Baihaqi dalam As sunan Al Kubra No. 9993, 18913

[6] Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/738.

Iklan