Para Mujahidah Pemburu Surga (1)

🌷 Asma’ binti Abdullah bin Utsman Abi Bakar ash-Shiddiq

🔹Assabiquna al-Awwalun, saudari sayyidah Aisyah dari jalur ayah. Menikah dengan salah seorang penghuni Surga, Zubair bin Awwam.

Ibu dari Abdullah bin Zubair, satu dari empat orang besar pemberi fatwa (Al-Ibadalah al-Arbaah).

Ayah, ibu, suami, anak dan saudarinya, seluruhnya sahabat Nabi yang setia.

Wafat pada umur 100 tahun dalam kondisi fisik gigi dan akal dan jasad yang masih kuat.

🔹Penyair dan periwayat 56 hadits Nabi (26 hadits di Shahih Bukhari).

Ikut perang Yarmuk bersama suaminya.

Memiliki motivasi kuat saat hijrah, motivator bagi anaknya dalam peperangan, dan memiliki kecerdasan hati yang sangat tinggi.

🌷 Asma’ binti Umais bin Maad bin Haris bin Tayim bin Haris al-Khats’ami

🔹Assabiquna al-Awwalun, saudari sayyidah Maimunah dari jalu ibu.

Bersuamikan Ja’far bin Abi Thalib, Abu Bakar r.a., dan Ali bin Abi Thalib r.a. (masing-masing menikahinya setelah wafatnya suami sebelumnya).
Wafat tahun 40 H.

🔹Periwayat 60 hadits Nabi. Ikut hijrah ke Habsyah bersama suaminya, Ja’far.

Berani mengkritik Umar ibn Khattab r.a. untuk menjaga ilmu (HR. Bukhari No. 3905 dan HR. Muslim No. 4558).

🌷 Ummu Salamah (Asma bin Yazid bin Sukun bin Rafi’

🔹Wanita Anshar. Wafat tahun 30 H.

🔹Pengkhutbah, juru bicara, mujahidah pemberani nan tangguh yang membunuh 9 tentara Romawi di persembunyiannya saat perang Yarmuk, dan periwayat 80 hadits Nabi.

🌷 Ummu Imarah (Nasibah binti Ka’ab bin Umar bin Aul al-Khazrajiah)

🔹Wanita pertama berbaiat kepada Nabi. Derajatnya sangat tinggi di antara manusia.

Bersuamikan Zaed bin Asyim dengan anak Habib dan Abdullah. Saat suaminya wafat, ia menikah dengan Ghaziah bin Umar al-Mazni. Wafat tahun 13H.

🔹Mujahidah tangguh yang mengikuti beberapa peperangan bersama Nabi dengan tugas membantu mujahidin, memotivasi, hingga turut berperang laksana perwira.

Saat perang Uhud, ia terjun bersama suami dan anaknya hingga mengalami luka di 12 tempat.

Ia termasuk pelindung Nabi saat hendak dibunuh Ibn al-Qum’ah dengan pukulan tangannya yang kemudian dibalas dengan goresan di punggungnya.

Selain terlibat di hari Hudaibiyah, perang Khunain, ia juga turut berperang di masa Khalifah Abu Bakar r.a.

Bahkan saat ikut bersama Khalid bin Walid r.a. memerangi Musailamah al-Kadzdzab, tangannya dipotong oleh Musailamah dan tubuhnya terluka di 10 tempat, bahkan anaknya, Habib bin Zaed juga dibunuh Musailamah.

🌷 Ummu Sulaim (Syahlah binti Mulhan bin Khalid bin Zaid bin Haram)

🔹Wanita Anshar Al-Khazrajiah, Assabiquna al-Awwalun. Saudari Ummu Haram binti Mulkhan, ibu dari Anas bin Malik r.a., asisten Rasulullah selama 10 tahun.

Di antara suaminya adalah Ibadah bin Shamat, Malik bin Nadhr, dan Abu Thalhah.

🔹Seorang ibu yang sangat tangguh, lebih khusus lagi sangat terkenal dengan caranya saat memberitahukan wafatnya anaknya dari Abu Thalhah kepada suaminya.

Mujahidah tangguh khususnya saat perang Uhud, selain sebagai tenaga medis, dan penyedia minuman, ia selalu membawa pisau besar untuk bersiap-siap turut berperang.

Saat hamil, ia pun tetap ikut perang Khunain dengan kebiasaan yang sama.

🔹Bersambung🔹

Iklan