๐ŸƒDari Abu Hurairah -rhadiyallahu ‘anhu- berkata;
Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda;
ุฅุฐุง ู†ุธุฑ ุฃุญุฏูƒู… ุฅู„ู‰ ู…ู† ูุถู„ ุนู„ูŠู‡ ููŠ ุงู„ู…ุงู„ ูˆุงู„ุฎู„ู‚ ูู„ูŠู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ู…ู† ู‡ูˆ ุฃุณูู„ ู…ู†ู‡ ู…ู…ู† ูุถู„ ุนู„ูŠู‡
“Jika salah seorang di antara kalian melihat seseorang yang dilebihkan dari sisi harta atau postur tubuhnya, maka hendaklah ia melihat kepada orang yang lebih dibawahnya dari orang-orang yang ia dilebihkan darinya.”

______

HR. Bukhari (6490) dan Muslim (7322)
๐Ÿ‘‰๐ŸปDan dalam riwayat Muslim dengan konteks;
ุงู†ุธุฑูˆุง ุฅู„ู‰ ู…ู† ุฃุณูู„ ู…ู†ูƒู… ูˆู„ุง ุชู†ุธุฑูˆุง ุฅู„ู‰ ู…ู† ู‡ูˆ ููˆู‚ูƒู… ูู‡ูˆ ุฃู‹ุฌุฏุฑ ุฃู„ุง ุชุฒุฏุฑูˆุง ู†ุนู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠูƒู…
“Lihatlah kepada seorang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian, karena hal tersebut akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kalian.”
๐Ÿ”Berkata Ibnul Baththal -rahimahullah-;
“Di dalam hadits ini terdapat penawar bagi suatu penyakit, karena seseorang jika memandang kepada seorang yang berada di atasnya, maka ia tidak akan aman dari pengaruh sifat hasad padanya, maka penawarnya adalah agar ia memandang seorang yang berada dibawahnya, agar hal tersebut mengantarkannya kepada kesyukuran.”

________

๐Ÿ“šFathul Bari (11/392)
๐Ÿ”Berkata ‘Utsman bin Hakim Al Audy -rahimahullah-;
“Lihatlah seorang yang berada di atasmu dari perkara agama, dan seorang yang di bawahmu dari sisi dunia.”

________

๐Ÿ“šRiwayat Ibnu Abid Dun_ya dalam Al Ikhwan (45)
๐Ÿ”Berkata Mahmud Syakir -rahimahullah-;
“Barangsiapa yang menjadikan dirinya memandang kepada seorang yang dilebihkan dari sisi rezeki, maka akan bertambahlah ambisinya, dan akan banyak hasadnya, serta akan sedikit kesyukurannya; adapun seorang yang menjadikan dirinya memandang kepada seorang yang di bawahnya dalam hal rezeki dan harta, maka ia akan banyak bersyukur, dan akan bertambahlah ketenangannya dan rasa cukupnya terhadap apapun yang Allah berikan kepadanya.”

________

๐Ÿ“šTakmilatu Fathil Mulhim (12/244).
Wallohu a’lam
_______________________

โœ๐Ÿฝ Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy hafidzahullaah 

__________________

๐Ÿ“ Silsilah Durus

Iklan