بسم الله الرحمن الرحيم
الســـلام عليــكم ورحــمة اﻟلّـہ وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبِيَّ بَعْدَهُ

Surga merupakan tempat kesudahan yang diinginkan oleh setiap insan. Bahkan bau surga bisa tercium dari jarak 70 tahun perjalanan. Namun amalan seorang manusia tak jarang bisa menutupinya dari mencium bau surga.

Jangankan masuk surga, mencium bau surga saja tidak bisa..

Berikut beberapa tipe orang yang diharamkan masuk kedalam surga.

1. Orang musyrik, yang menyekutukan Alloh dalam beribadah

Alloh berfirman:

﴿ لقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِالله فَقَدْ حَرَّمَ الله عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ ﴾ [ سورة المائدة: 72]

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yg mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
(QS. Al-Maidah: 72)

2. Orang yang bunuh diri

Rasulululloh bersabda :

كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ بِهِ جُرْحٌ فَجَزِعَ فَأَخَذَ سِكِّينًا فَحَزَّ بِهَا يَدَهُ فَمَا رَقَأَ الدَّمُ حَتَّى مَاتَ قَالَ الله تَعَالَى بَادَرَنِي عَبْدِي بِنَفْسِهِ حَرَّمْتُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ)

“Ada di antara orang-orang sebelum kalian seseorang yang terkena luka lalu mengambil pisaunya dan memotong tangannya dengannya sehingga mengalir darahnya sampai mati.
Allah berkata kepadanya, “Telah menyegerakan hambaku kematiannya, maka aku haramkan dia masuk surga”
(HR Buhory 3276)

3. Penguasa yang berkhianat kepada rakyatnya.

Rasululloh bersabda:

مَا مِنْ وَالٍ يَلِي رَعِيَّةً مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لَهُمْ إِلا حَرَّمَ الله عَلَيْهِ الْجَنَّة)

“Tidak ada seorang penguasa yang memerintah rakyatnya yang Muslim lalu dia meninggal dalam keadaan berkhianat kepada mereka melainkan Alloh haramkan atasnya surga.”
(HR Buhory 6732)

4. Orang yang mengambil harta seorang Muslim dengan jalan yang batil.

Rasululloh bersabda:

مَنْ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ فَقَدْ أَوْجَبَ الله لَهُ النَّارَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang merampas hak seorang Muslim dengan sumpahnya sungguh Alloh memastikan baginya neraka dan mengharamkan baginya surga.”
(HR Muslim 137)

5. Orang yang memutuskan hubungan kerabat.

Rasululloh bersabda:

وَإِنَّ هَذِهِ الرَّحِمَ شِجْنَةٌ مِنْ الرَّحْمَنِ، فَمَنْ قَطَعَهَا حَرَّمَ الله عَلَيْهِ الْجَنَّةَ ) [18].

“Dan sesungguhnya tali kasih sayang ini adalah bagian Ar-Rohman, maka siapa yang memutusnya Alloh haramkan baginya surga.”
(HR Ahmad, 1651 disohihkan Staikh Syuaib Al-Arnauth)

6. Orang Yang Sombong

Rasulullah bersabda:

لا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ، قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا، وَنَعْلُهُ حَسَنَةً، قَالَ: إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seorang yang di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong”. Lalu seorang berkata, “Ada seseorang menyukai keelokan bajunya dan juga pada sandalnya”. Rasulullah menjawab “Itu tidaklah termasuk kesombongan, Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi sombong itu adalah siapa yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia dengan kedua matanya”.
(HR Muslim 91)

7. Orang Yang Mencari Keuntungan Duniawi Dari Ilmu Akherat Yang Dipelajarinya.
Rasululloh bersabda:

من تعلم علما مما يبتغي به وجه الله عز وجل
لا يتعلمه إلا ليصيب به عرضا من الدنيا لم يجد عرف الجنة يوم القيامة يعني ريحها

“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun Ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga”. (HR Abu Daud 1391)

8. Menisbatkan Nasab Pada selain Ayah kandungnya

Rasululloh bersabda:

مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ وَهْوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيهِ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ

“Barangsiapa mengaku nasab dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri, sedangkan dia mengetahuinya maka diharamkan baginya surga.”
(HR Buhory 6385 dan Muslim 63)

9. Wanita Yang Berpakaian Tapi Telanjang.
Rasulullah bersabda:

((صِنْفَان مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ. وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ. لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk sapi, dengannya Ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang. Mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini”.
(HR Muslim 2128)

10. Orang Yang Menyemir Rambut Dengan Warna Hitam

Rasulullah bersabda:

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ ، كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ ، لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ).

“Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati. Mereka tidak akan mendapat bau surga”.
(HR Abu Daud 4212 disohihkan Al-Albany)

11. Wanita Yang Minta Cerai Tanpa Alasan.
Rasulullah bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاقًا فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة.

“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan, maka bau surga haram baginya”.
(HR Tirmidzi 1187; Abu Daud 2226 Ibnu Majah 2055 disohihkan Al-Albany).

12. Orang Yang Membunuh Kafir Mu’ahad.
Kafir mu’ahad adalah orang kafir yang terikat perjanjian dengan pemerintahan islam.

Rasululloh bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Barang siapa yang membunuh kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium bau wangi surga”.
(HR Buhory 3136)

Semoga kita semua bisa menghindarkan diri dari termasuk ke dalam kriteria golongan orang-orang yang tidak akan mencium wanginya surga.

Demikian tulisan sederhana yang kami sajikan. Semoga menambah hasanah ilmiah para pembaca. Begitu pula kami memohon pada Allah semoga ilmu ini menjadi ilmu yang bermafaat bagi kita semua dan bisa diamalkan. Dan lebih baik disebar dan dishare kepada kaum muslimin lainnya apalagi yang belum mengenai akan hukum masalah ini.

Wallaahu A’lam
Wallaahu Waliyyut Taufiq

Iklan