Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhu- menceritakan, ada seorang lelaki yang berihram bersama Nabi -Shalallahu ‘alaihi wasalam-, lalu jatuh dari untanya hingga lehernya patah dan meninggal dunia. Maka, Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wasalam- bersabda :

اغسِلوهُ بماءٍ وسدْرٍ ، وكفِّنُوهُ في ثوبيه ، ولا تُمِسُّوهُ بطيب ، ولا تُخَمِّروا رأْسَهُ ، فإنَّهَ يبْعثُ يومَ القيامةِ مُلَبِّيًا .

“Mandikanlah ia dengan air dan bidara, kafanilah dengan dua kain ihramnya, janganlah kalian memberinya wewangian dan jangan pula kalian menutupi kepalanya, karena sesungguhnya ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan membaca talbiyah.”
(Hadits Shahih, dalam Al Muntaqa 1808).

🌱 Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhu- meriwayatkan, “Suatu ketika ada seseorang (yang sedang berihram) duduk di padang Arafah, tiba-tiba ia jatuh dari kendaraannya sehingga patah lehernya, lalu meninggal dunia. Nabi -Shalallahu ‘alaihi wasalam- bersabda:

اغسِلوهُ بماءٍ وسدْرٍ ، وكفِّنُوهُ في ثوبينِ ، ولا تحنطوه ولا تُخَمِّروا رأْسَهُ ، فإنّهَ يبْعثُ يومَ القيامةِ مُلَبِّيًا .

“Mandikanlah ia dengan air bidara, serta kafanilah dengan dua kain ihramnya. Janganlah kalian mengawetkan (mayatnya), dan janganlah kalian menutupi kepalanya, karena sesungguhnya kelak pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan bertalbiyah.” (HR. Bukhari, Muslim)

🌱 Imam Nawawi bertutur, “Maksud, ‘Sesungguhnya kelak pada hari kiamat ia dibangkitkan (dari kubur) dengan bertalbiyah, ‘ialah ia dibangkitkan sesuai dengan kondisi kematiannya, padanya terdapat tanda amalan haji yang ia lakukan, dan itu merupakan bukti keutamaan. Sebagaimana orang yang mati syahid kelak pada hari kiamat akan datang dan urat lehernya mengalirkan darah.”
(Muslim Syarah Nawawi 8/180).

🌱 Ibnu Baththal menuturkan, “Hadits tersebut juga bermakna, orang yang telah mulai melakukan ketaatan, lalu di sela-sela melakukan ketaatan itu kematian datang menjemputnya, diharapkan di akhirat kelak Allah mencatatnya termasuk golongan orang-orang yang melakukan amalan tersebut.” (Al-Fath: 3/163).

Iklan