Seorang mukmin harus sadar dan mengerti tentang hakikat dunia dan akhirat. Dunia bagi seorang mukmin adalah tempat yang fana, dan sementara, layaknya seorang musafir yang pasti akan kembali. Semua akan berakhir dengan datangnya kematian dan hari Kiamat.

Apa yang kita peroleh dan kita miliki menjadi hak bagi para pewaris. Sedang kita sendiri kembali menuju dunia keabadian dengan membawa bekal yang kita siapkan sendiri dalam bentuk “investasi amal”.

Karena itu, Islam mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam sandiwara dan permainan dunia yang penuh tipu daya. Sebagaimama Allah tegaskan dalam banyak ayat, di antaranya dalam QS. al-Hadid : 20,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu”

Jama’ah rahimakumullah,

Kehidupan dunia dapat menipu siapa pun, apalagi yang mudah tertipu. Namun yang jelas, hari yang pasti itu akan terjadi bagi siapapun. Usia bukan menjadi syarat. Gelar akademik dan kekayaan tidak bisa menghalangi. Banyaknya teman dan pasukan tidak mampu mengubahnya. Hari itu adalah hari kematian bagi setiap anak manusia.

Dikisahkan, suatu haru, seorang raja yang saleh, Harun al-Rasyid, pergi berburu. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seorang yang bernama Bahlul. Harun berkata, “Berilah aku nasehat, hai Bahlul!”

Lalu lelaki itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, di manakah bapak dan abangmu sejak dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم hingga bapakmu?”

Harun menjawab, “Semuanya telah mati”

“Di manakah istana mereka?” tanya Bahlul

“Itu istana mereka” jawab Harun

“Di mana kubur mereka?” Bahlul bertanya kembali

“Ini, di sini kubur mereka” jawab Harun

Bahlul kemudian berkata, “Di situ istana mereka, di sini kubur mereka. Bukankah sekarang istana itu sedikit pun tidak memberi manfaat bagi mereka?”

“Kamu benar. Tambahlah nasihatmu, hai Bahlul!” kata Harun

“Wahai Amirul Mukminin, engkau diberi kuasa atas perbendeharaan Kisra dan umur yang panjang. Apa yang dapat kau lakukan? Bukankah kubur adalah perhentian terakhir bagi setiap yang hidup, kemudian engkau akan dihadapkan dengan berbagai masalah?”

“Tentu” kata Harun

Setelah itu Harun pulang dan jatuh sakit tidak lama kemudian. Setelah beberapa hari menderita sakit, ajal pun menjemputnya. Dalam detik-detik terakhirnya, dia berteriak kepada pegawainya, “Kumpulkan semua tentaraku”

Tidak lama kemudian, datanglah mereka kehadapan Harun lengkap dengan pedang dan perisainya. Sungguh ramai, sehingga tidak ada yang tahu jumlahnya kecuali Allah. Semuanya di bawah arahan Harun. Melihat mereka, Harun menangis dan berkata, “Wahai Zat yang tidak pernah kehilangan kekuasaan, kasihanilah hamba-Mu yang telah kehilangan kekuasaan ini” Tangisan itu tidak berhenti hingga ajal mencabut nyawa.

Saudaraku seiman,

Demikianlah kematian mengakhiri semua kehidupan dunia dengan segala warna dan dinamikanya. Kematian adalah awal dari kenikmatan atau penderitaan. Bagi orang-orang yang saleh, kematian merupakan awal kenikmatan hakiki yang akan mereka rasakan. Sebaliknya bagi hamba yang durhaka, kematian adalah prahara dan musibah yang memilukan tanpa batas.

Tidak ada yang mampu menyelamatkan dari prahara kematian, kecuali amal saleh yang kita lalukan. Masing-masing kita akan merasakan balasan amalnya. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan apa yang dilakukan oleh para hamba-Nya.

Semoga Allah selalu memberikan pertolongan dan ampunan kepada kita semua, dan memudahkan kita untuk kebali kepada-Nya dengan khusnul khatimah.

Iklan