Menapaktilasi kisah menyejarah di Uhud akan membuat kita mampu berkaca

Sudahkan kita layak bersanding dengan mereka?
Pantaskah kita meminta Surga dengan amal seadanya?

Jauh dan sangat jauh
#malu

๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ๐ŸŒน

โœŠ๐ŸปKuatkan Azzam-mu Di Jalan-Nya

Setiap kita Allah bekali kemampuan yang mengagumkan
untuk menggapai harapan, meraih cita dan ridhaNya.

Seperti kata yang mengugah dari Thalhah ibn Ubaidillah saat perang Uhud,

๐ŸŒพ๐ŸŒปYa Allah, ambil darahku hari ini sekehendakMu sampai Engkau ridha padaku. ๐ŸŒป๐ŸŒพ

Bandingkan dengan apa yang sering kita keluhkan saat berada di tengah segala kesibukan. Suka dan duka menjadi pengusung dakwah. Bayangkan ungkapan Thalhah Ya Allah, ambil darahku hari ini.. Apa yang patut kita banggakan dari kita?………..

โš”๐Ÿ›กPerang Uhud telah usai dan menyisakan kepiluan yang mendalam.bagi kaum muslimin pada saat itu kaum muslimin menderita kekalahan jika kita melihat dari sisi sudut pandang kerugian saat perang, selain syahidnya 70 shahabat, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri pun mengalami luka yang cukup parah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak henti-hentinya berpikir keras tentang kondisi yang tengah dihadapinya. Beliau berpikir bahwa orang-orang Quraisy tidak mendapatkan kemenangan seutuhnya dari perang uhud dan secara materi mereka juga tidak memperoleh keuntungan yang besar. Oleh karena itu, beliau khawatir jika mereka bertekad untuk menyerang kota madinah. Maka beliau berniat untuk menyerang kembali pasukan Quraisy Mekkah saat itu juga.

๐Ÿ‘ณ๐ŸผDari 70 sahabat yg syahid Hamzah lah yg dsholatkan 70 x

Beliau itu penghulu para syuhada

๐ŸŒพ๐ŸŒบ๐ŸŒพ๐ŸŒบ๐ŸŒพ๐ŸŒบ๐ŸŒพ

Kisah Uhud begitu memukau….
Kenalkah kita dengan Thalhah Bin Ubaidillah?
Kenalkan kita dengan Anas bin nadr?
Tahukah siapa syuhada Uhud?

Bisa jadi kita lupa….
Namun sejarah mereka tak kan pernah sirna.

Terkenang peristiwa spektakuler tentang pasca uhud.

Keesokan harinya tanggal 8 syawal tahun ketiga hijriah Rasulullah meminta para shahabat menyiapkan peralatan perang kembali. Di tengah lelah letih, keadaan terluka, mereka menerima seruan itu dengan segera (istijaabah fauriyah). Demikianlah seharusnya sikap seorang mukmin ketika menerima perintah dari Allah dan RasulNya.

Sederhananya, sesungguhnya tentara Muslimin veteran perang Uhud adalah tentara yang secara fisik (dalam logika manusia biasa,mengatakan) sudah harus turun mesin, tapi tidak secara mental.

Sekali lagi, tidak secara mental.

๐ŸŒพ๐ŸŒป๐ŸŒพ๐ŸŒป๐ŸŒพ๐ŸŒป๐ŸŒพ

๐Ÿ˜ญSaat berkunjung ke uhud saya merasa malu dan menangis

๐ŸŒพApa yang bisa kupersembahkan untuk agama ini.
Sementara ketangguhan mereka tiada duanya

Teriakan dahsyat Anas bin Nadr seolah memekakkan telinga saya saat itu.

Saat indah menjemput syahid
Dia berteriak kepada saad.. Ketika melihat pasukan di bawah bukit uhud mulai kocar kacir.

Teriaknya,” Yaa Sa’ad…. Aku mencium bau surga di kaki Uhud-

Lantas merrka berdua menerjang musuh hingga syahid….

โœ๐ŸผAda haditsnya

๐Ÿƒโ˜˜Jika ingin melihat sebuah bukit y ada di surga lihatlah uhudโ˜˜๐Ÿƒ

๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ

Berjalanlah Rasulullah beserta pasukannya sampai sekitar berjarak 8 mil dari kota Madinah dalam rangka mengejar pasukan Quraisy, mereka pun bermarkas disana. Pengejaran ini dikenal sebagai ekspedisi Hamraul Asad. Ghazwah Hamraul Asad (Perang Hamraul Asad), terjadi pada Syawwal 3 H, yang dilakukan sebagai sebentuk perlawan terhadap Abu Sufyan yang hendak menggempur Madinah ( Sirah Ibnu Hisyam).

Kisah pertempuran ini ialah ketika orang-orang Quraisy saling merendahkan satu sama lain sambil berkata: Kalian telah ditimpa oleh kekuatan kaum muslimin, mengapa kalian membiarkannya?

Pulanglah, kita akan dapatkan sisa-sisa dari mereka. Ketika sampai berita ini kepada Nabi, dia segera memerintahkan para sahabat untuk menghadapi kaum Quraisy, dan dengan memendam luka yang dalam mereka pun keluar hingga sampai di Hamra’ al-Asad, maka turunlah ayat, Yaitu orang-orang yang mentaati perintah Allah dan rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka –dalam peperangan Uhud– (Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 172).

โ˜„โ˜„Luka masih mengangga
Sakit dirasa
Tapi seruan Allah mengalahkan segalanya
Istijabah fauriyah
Itulah thalhah

Sebagian orang-orang kafir berkata: Orang-orang Quraisy benar-benar telah mengumpulkan segenap daya untuk menghabiskan dari kalian yang tersisa. Kaum muslimin menjawab: Cukuplah Allah menjadi penolong kamu dan Allah adalah sebaik-baik pelindung (Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 173).

Thalhah ibn Ubaidillah

๐ŸŒพ๐ŸŒฟYa Allah, ambil darahku hari ini sekehendakMu sampai Engkau ridha padaku. ๐ŸŒพ๐ŸŒฟ

๐ŸŒพ๐ŸŒธ๐ŸŒพ๐ŸŒธ๐ŸŒพ๐ŸŒธ๐ŸŒพ

Dr Abd Karim Zaidan juga telah mencatatkan dalam bukunya Al-Mustafad min Qashash Al-Quran. Mengisahkan bahwa kepergian Rasulullah SAW hanya ingin menakut-nakuti musuh dan menyatakan bahawa apa yang telah menimpa mereka tidak menyebabkan mereka lemah untuk mengejar musuh mereka. Sederhananya perang mental.

Lalu Saad bin Muadz selaku salah seorang pemimpin di kalangan Anshar menemui kaumnya dan menggerakkan (mobilisasi) mereka untuk keluar.
Kalimat anas bin nadr itu
Ya saad…..

Padahal mereka dalam keadaan luka. Beliau berkata:

” Sesungguhnya Rasulullah SAW memerintahkan kalian untuk menentang musuh kalian!โ€ Begitupun terjadi pada Usaid bin Hudhair, yang hendak mengobati tujuh luka di tubuhnya, berkata: Kami mendengar dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Diapun mengambil senjatanya dan meninggalkan obatnya lalu bergabung dengan Rasulullah SAW.

๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ

Padahal…..
Kita ini sedikit sakit langkah terjedakan
Sedikit demam semangat tersurutkan
Dan sedikit masalah hati mudah tergalaukan
Hingga amanah terabaikan

๐Ÿ˜“๐Ÿ˜“

โ˜„โ˜„โ˜„โ˜„โ˜„โ˜„โ˜„โ˜„โ˜„โ˜„โ˜„

Bani Salamah keluar dengan empat puluh orang perajurit yang semuanya masih luka, antaranya Ath-Thufail bin An-Numan dengan 13 luka dan Al-Harits bin Ash-Shamah dengan 10 luka. Mereka sampai di hadapan Rasulullah SAW dan berdoa: Ya Allah, kasihanilah (ampunilah) Bani Salamah
.
Mungkin kalo kita, Ya Rasul Aku ijin, aku masih terluka. Aku ada keperluan sebentar. Atau afwan ya saya left dulu. Dah ngga kuat di group ini Karena aq dah kerja n sibuk, ada ngga ya yg bs gantiin kormin Afwan, sy left dulu ya. Ni keluarga lg bth perhatian. Repot. dll

๐ŸŒพ๐ŸŒป๐ŸŒพ๐ŸŒป๐ŸŒพ๐ŸŒป๐ŸŒพ

๐ŸŒดKita harus melangkah terus dan terus jk ingin brsanding dengan para syuhada๐ŸŒด

Allahu Akbar

Ketika orang-orang kafir itu tahu bahwa kaum muslimin pergi perang kal ini dengan kepercayaan penuh kepada Allah, mereka pun mundur dan kembali ke Mekkah (Abdul Ghani, Muhammad Ilyas (2005).

“Pertempuran Hamra’ al-Asad”). Maka Meskipun antara pasukan Muslim dan pasukan Quraisy sudah menyiapkan pasukan, keduanya tak sempat bertatap muka.

๐ŸŒพ๐ŸŒธ๐ŸŒพ๐ŸŒธ๐ŸŒพ๐ŸŒธ๐ŸŒพ

Berkaca dari kisah tersebut, maka sepatutnya ketika kita menjalani dakwah ini membutuhkan azzam asy-syamilah, azzam yang utuh dan menyeluruh.

Meski Rasulullah dan pasukannnya menderita kekalahan ; Merasakan keletihan ; Menyisakan kesakitan dan kesedihan. Tapi tidak dengan mental mereka.

Mental mereka masih sekuat baja bahkan lebih kuat darinya. Tak ada kata menyerah. Karena di balik azzam yang kuat mengalirkan darah kesembuhan pada sakit yang diderita akibat luka perang.

Karena di balik azzam yang kuat mengubah sedih jadi senang. ; Mengubah jauh jadi dekat ; Mengubah letih jadi kuat. ; Mengubah suntuk, tegang dan stress menjadi fresh.

Al-Bukhturi berkata dalam kitabnya Diwan al Bukhturi bahwa ada dua unsur penting dalam perubahan ;

unsur yang pertama yaitu hati yang berkilau atau nafsun tadhi

dan yang kedua adalah semangat yang menggelora atau himmah tatawaqqad.

Hati yang berkilau menandakan bersihnya niat yang bersinar cemerlang, bersih dari noda dan kotoran. Lepas dari ambisi dan kepentingan, suci dari hawa nafsu yang kotor dan meracuni.

๐ŸŒพ๐ŸŒธ Semoga kita menjadi pribadi yang senantiasa memperbaiki diri hingga ajal menjemput kita nanti….

Aamiin ya robbalalamiin….

Iklan