🍂 Ikhlas kepada ALLAH

ALLAH سبحانه وتعالى berfirman artinya,
“Sesungguhnya KAMI menurunkan kitab (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka beribadahlah kepada ALLAH dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar: 2)

Ayat ini menjadi dasar bahwa beribadah kepada ALLAH harus dilandasi niatan yang ikhlas di dalamnya.

🍂 Bersedekah dengan harta halal dan baik

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا

“Wahai manusia, sesungguhnya ALLAH Maha Baik dan tidak menerima sesuatu melainkan hal-hal yang baik.” (HR. Muslim)

🍂 Bersedekah dengan sesuatu yg paling disukai

ALLAH سبحانه وتعالى berfirman artinya,
“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh ALLAH Maha Mengetahui.” (HR. Ali-Imran: 92)

🍂 Tidak meremehkan sedekah meskipun sedikit

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Jauhilah Neraka!. Meskipun hanya (bersedekah) dengan separuh biji kurma. Barangsiapa masih tidak mampu, (bersedekahlah) dengan perkataan yang baik.” (HR. Bukhari)

🍂 Tidak mengungkit-ungkit dan menyakiti perasaan orang yang menerima

ALLAH سبحانه وتعالى berfirman artinya,
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).” (QS. Al-Baqarah: 264)

🍂 Tidak mengambil kembali sedekahnya

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

مَثَلُ الَّذِى يَرْجِعُ فِى صَدَقَتِهِ كَمَثَلِ الْكَلْبِ يَقِىءُ ثُمَّ يَعُودُ فِى قَيْئِهِ فَيَأْكُلُهُ

“Perumpamaan orang yang mengambil kembali sedekahnya ialah seperti anjing yang muntah kemudian ia memakan kembali muntahannya tersebut.” (HR. Muslim)

Iklan