MUTIARA NABAWY
“Sekiranya Mereka Tahu, Mereka Pasti Akan Mendatanginya Walaupun Dengan cara Merangkak”.

———————-■—■——————
Jika kita membahas fadhilah Qiyamu lail, maka itu wajar karena kita ingin mendapatkan fadhilahnya yang begitu besar.
Jika kita membahas fadhilah shalat witir, maka itu wajar karena Rasulullah pun tidak pernah meninggalkannya.
Jika kita membahas fadhilah dua raka’at shalat sunnah fajar, maka itu wajar, karena kita ingin mendapatkan kebaikan melebihi dunia dan seisinya.
Jika kita membahas fadhilah ibadah-ibadah sunnah, maka itu mulia, dan masih berada dalam batas kewajaran, karena kita ingin mendapatkan keutamaan dari masing-masing ibadah tersebut. 
Yang kurang pantas adalah ketika kita membahas SHALAT SHUBUH. Sebab, tidak selayaknya kita MEMPUNYAI MASALAH dengan shalat shubuh kita. 
Bukankah ia merupakan kewajiban kita selaku hamba untuk ditunaikan dengan sebaik mungkin ?
Sungguh tidak dikenal dikalangan para salaf, seseorang yang meninggalkan shalat subuh berjama’ah kecuali karena 2 hal: Udzur syar’i atau yang kedua, termasuk kedalam golongan orang-orang munafiq. 
Maka pastikan dimana posisi kita dari dua hal tersebut, karena tidak ada pilihan selain itu !
Namun saksikanlah hari ini, kita begitu mudahnya melihat orang-orang yang meninggalkan shalat shubuh berjama’ah. Bahkan karena terlalu banyaknya, hal itu seakan-akan dianggap biasa tanpa merasa berdosa.
Seseorang datang kepada Nabiﷺ seraya berkata, 
“Wahai Rasulullah, si fulan tidur hingga tiba waktu pagi.” Maka apa jawaban Rasulullah saw ? Beliau ﷺ bersabda:  
ذاك رجل بال الشيطان في أذنه 
“Telinga orang itu telah dikencingi Syaitan.” (HR. Bukhari, 3270 Muslim, 774)
Didalam riwayat lain Rasulullahﷺ bersabda: 
من نام عن الفريضة حتى أصبح فقد بال الشيطان في أذنه
Barang siapa yang tertidur dari shalat wajib hingga pagi hari, maka sesungguhnya Syetan telah mengencingi telinganya. (HR. Ibnu Hibban di dalam Shahihnya).
Cukuplah hadits Abu Hurairah sebagai pelajaran sekaligus peringatan bagi kita, ketika Rasulullah ﷺ menyebutkan tentang keutamaan shalat shubuh dan shalat Isya, 
إن أثقل الصلاة على المنافقين صلاة العشاء و صلاة الفجر ، و لو يعلمون ما فيهما لأتوهما و لو حبواً (مُتَّفَقٌ عَلَيهِ)
“Sesungguhnya shalat yang terberat bagi orang-orang munafiq adalah shalat subuh dan shalat Isya, SEKIRANYA MEREKA TAHU BETAPA BESARNYA KEUTAMAAN KEDUANYA TENTU MEREKA AKAN MENDATANGINYA WALAUPUN DENGAN CARA MERANGKAK (Mutafaq ‘Alaihi).
Wallahu’ a’lam bis showab.

Iklan