๐Ÿšง Pelan-pelan Saja, Jangan Tergesa-gesa…!
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู
โœ… Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,
ุงู„ุชูŽู‘ุฃูŽู†ูู‘ู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฌูŽู„ูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู
๐ŸŒด โ€œSikap pelan-pelan itu dari Allah, dan sikap tergesa-gesa itu dari setan.โ€ [HR. Al-Baihaqi dari Anas bin Malik radhiyallaahuโ€™anhu, Ash-Shahihah: 1795]
๐Ÿ“ #Beberapa_Pelajaran:
1. Bersabar, menahan diri dan tidak tergesa-gesa adalah akhlak yang terpuji, yang dapat diusahakan dengan pertolongan Allah ta’ala.
โžก Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda kepada Al-Asyaj,
ุฅู†ูŽู‘ ููŠูƒูŽ ู„ูŽุฎูŽุตู’ู„ูŽุชูŽูŠู’ู† ูŠูุญูุจูู‘ู‡ูู…ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู : ุงู„ู’ุญูู„ู’ู…ู ูˆูŽุงู„ุฃู†ูŽุงุฉู
๐ŸŒด โ€œSesungguhnya pada dirimu ada dua akhlak yang dicintai Allah, yaitu al-hilm (menahan diri ketika marah, tidak tergesa-gesa menyikapi suatu masalah) dan al-anaah (berhati-hati dalam menghadapi suatu masalah, menahan diri dan tidak terburu-buru).โ€ [HR. Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahuโ€™anhuma]
2. Tercelanya sifat tergesa-gesa dalam mengambil keputusan atau melakukan suatu perkara. Karena orang yang tergesa-gesa tidak akan sempat berpikir panjang dan mempelajari akibat dari perbuatannya di masa yang akan datang.
โžก Al-Imam Al-Munawi rahimahullah berkata,
(ูˆุงู„ุนุฌู„ุฉ ู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู†) ุฃูŠ: ู‡ูˆ ุงู„ุญุงู…ู„ ุนู„ูŠู‡ุง ุจูˆุณูˆุณุชู‡ุŒ ู„ุฃู† ุงู„ุนุฌู„ุฉ ุชู…ู†ุน ู…ู† ุงู„ุชุซุจุช ูˆุงู„ู†ุธุฑ ููŠ ุงู„ุนูˆุงู‚ุจ
๐ŸŒด “Tergesa-gesa dari setan, maknanya: Setan yang mendorong dengan bisikannya (agar tergesa-gesa), karena ketergesaan itu menghalangi sikap tatsabbut (tabayyun) dan meneliti akibat-akibat di masa yang akan datang.” [Faidhul Qodir, 3/184]
3. Diantara bentuk ketergesaan yang perlu kami ingatkan adalah dalam menerima dan menukil berita, terutama berita yang terkait dengan keadaan orang banyak, terlebih lagi di era medsos yang sangat memudahkan untuk menerima dan menukil berita. Maka berhati-hatilah dari setiap berita yang kita dengarkan dan pahamilah bahwa tidak semua berita boleh kita sebarkan.
โžก Allah ‘azza wa jalla berfirman,
ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ู†ู ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ุฎูŽูˆู’ูู ุฃูŽุฐูŽุงุนููˆุง ุจูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฑูŽุฏูู‘ูˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู„ู ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุฃููˆู„ููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูู…ูŽู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽู†ู’ุจูุทููˆู†ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’
๐ŸŒด โ€œDan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Andaikan mereka menyerahkan urusannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan orang-orang berilmu) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).โ€ [An-Nisaโ€™: 83]
โžก Al-โ€˜Allamah Al-Mufassir As-Saโ€™di rahimahullah berkata,
ูˆููŠ ู‡ุฐุง ุฏู„ูŠู„ ู„ู‚ุงุนุฏุฉ ุฃุฏุจูŠุฉ ูˆู‡ูŠ ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุญุตู„ ุจุญุซ ููŠ ุฃู…ุฑ ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ูŠูˆู„ูŽู‘ู‰ ู…ูŽู†ู’ ู‡ูˆ ุฃู‡ู„ ู„ุฐู„ูƒ ูˆูŠุฌุนู„ ุฅู„ู‰ ุฃู‡ู„ู‡ุŒ ูˆู„ุง ูŠุชู‚ุฏู… ุจูŠู† ุฃูŠุฏูŠู‡ู…ุŒ ูุฅู†ู‡ ุฃู‚ุฑุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ุตูˆุงุจ ูˆุฃุญุฑู‰ ู„ู„ุณู„ุงู…ุฉ ู…ู† ุงู„ุฎุทุฃ. ูˆููŠู‡ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุงู„ุนุฌู„ุฉ ูˆุงู„ุชุณุฑุน ู„ู†ุดุฑ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ู…ู† ุญูŠู† ุณู…ุงุนู‡ุงุŒ ูˆุงู„ุฃู…ุฑ ุจุงู„ุชุฃู…ู„ ู‚ุจู„ ุงู„ูƒู„ุงู… ูˆุงู„ู†ุธุฑ ููŠู‡ุŒ ู‡ู„ ู‡ูˆ ู…ุตู„ุญุฉุŒ ููŠูู‚ู’ุฏูู… ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุฅู†ุณุงู†ุŸ ุฃู… ู„ุงููŠุญุฌู… ุนู†ู‡ุŸ
๐ŸŒด “Dan dalam ayat ini terdapat dalil bagi kaidah adab, yaitu apabila terjadi pembahasan suatu permasalahan maka hendaklah diserahkan kepada ahlinya. Hendaklah diserahkan kepada orang yang berhak membahasnya, dan janganlah (orang yang jahil atau tidak mengerti urusan) mendahului mereka, karena sikap seperti ini lebih dekat kepada kebenaran dan lebih dapat menyelamatkan dari kesalahan.
๐ŸŒด Dalam ayat ini juga terdapat larangan tergesa-gesa dan terburu-buru untuk menyebarkan suatu berita setelah mendengarkan berita tersebut. Dan (dalam ayat ini) terdapat perintah untuk meneliti dan mempelajari dengan baik sebelum berbicara; apakah pembicaraannya itu adalah kemaslahatan sehingga boleh dia lakukan? Ataukah mengandung kemudaratan sehingga patut dijauhi?โ€ [Taysirul Kariimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan, hal, 184]
4. Tergesa-gesa yang dianjurkan adalah berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.
โžก Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
ููŽุงุณู’ุชูŽุจูู‚ููˆุง ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู
๐ŸŒด “Maka berlomba-lombalah dalam melakukan kebaikan.” [Al-Baqoroh: 184]
โžก Al-Imam Ash-Shonโ€™ani rahimahullah berkata,
ุงู„ุนุฌู„ุฉ ู‡ูŠ ุงู„ุณุฑุนุฉ ููŠ ุงู„ุดูŠุก ูˆู‡ูŠ ู…ุฐู…ูˆู…ุฉ ููŠู…ุง ูƒุงู† ุงู„ู…ุทู„ูˆุจ ููŠู‡ ุงู„ุฃู†ุงุฉ ู…ุญู…ูˆุฏุฉ ููŠู… ูŠุทู„ุจ ุชุนุฌูŠู„ู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุณุงุฑุนุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฎูŠุฑุงุช ูˆู†ุญูˆู‡ุง
๐ŸŒด โ€œTergesa-gesa maknanya adalah cepat (terburu-buru) dalam melakukan suatu perkara, dan ini tercela jika yang dituntut dalam perkara tersebut adalah pelan-pelan, namun terpuji jika dalam perkara yang dituntut untuk disegerakan, yaitu dari bentuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan yang semisalnya.โ€ [Subulus Salam, 4/201]
5. Diantara perkara yang dianjurkan untuk dilakukan segera adalah lima perkara.
โžก Al-Imam Hatim Al-Ashom rahimahullah,
ูƒุงู† ูŠู‚ุงู„ ุงู„ุนุฌู„ุฉ ู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ุฅู„ุง ููŠ ุฎู…ุณ ุฅุทุนุงู… ุงู„ุทุนุงู… ุฅุฐุง ุญุถุฑ ุงู„ุถูŠู ูˆุชุฌู‡ูŠุฒ ุงู„ู…ูŠุช ุฅุฐุง ู…ุงุช ูˆุชุฒูˆูŠุฌ ุงู„ุจูƒุฑ ุฅุฐุง ุฃุฏุฑูƒุช ูˆู‚ุถุงุก ุงู„ุฏูŠู† ุฅุฐุง ูˆุฌุจ ูˆุงู„ุชูˆุจุฉ ู…ู† ุงู„ุฐู†ุจ ุฅุฐุง ุฃุฐู†ุจ
๐ŸŒด “Dahulu dikatakan, terburu-buru itu dari (bisikan) setan, kecuali dalam lima hal:

1) Menghidangkan jamuan bila tamu telah datang,

2) Menyegerakan pengurusan mayyit bila ia telah meninggal,

3) Menikahkan anak gadis bila telah baligh (jika telah ada laki-laki shalih yang meminangnya dan ia pun menyukainya),

4) Melunasi hutang bila telah jatuh tempo,

5) Bertaubat dari dosa bila berbuat dosa.” [Hilyatul Aulia, Abu Nu’aim Al-Ashbahani, 8/78]
ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

Iklan