Bila saat hendak ujian sekolah maupun sidang skripsi kuliah kita bisa menghitung mundur hari..

Jika kala menanti masa pertemuan dengan seseorang kita mampu menghitung mundur lagi..

Maka mengapa jelang Ramadhan bulan nan mulia kita tidak bersiap segera..?

Melatih diri dengan membiasakan berpuasa sunnah..

Mengasah nurani dengan memperbanyak sedekah..

Menghidupkan malam dengan bacaan al-Qur’an dan shalat yang utama..
Ma’la bin al-Fadhl rahimahullah bertutur,

“Generasi terbaik umat ini memanjatkan doa kepada Allah sejak enam bulan sebelumnya untuk berjumpa dengan Ramadhan..

dan selama enam bulan berikutnya agar ibadah puasa mereka diterima oleh Allah..”
Yahya bin Abi Katsir rahimahullah bersaksi bahwa diantara doa mereka adalah,
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِيْ رَمَضَانَ وَتُسَلِّمْهُ مِنِّيْ مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah sampaikanlah aku kepada Ramadhan, dan sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah ibadah Ramadhan dariku dengan penuh kerelaan..”
[Lihat Lathaiful Ma’arif oleh Ibnu Rajab, hal. 376 tahqiq As-Salus tanpa sanad]

Iklan