AYO BERSYUKUR……
Iya, ayo kita bersyukur, kenapa kita bersyukur? Karena bersyukur memiliki berbagai keutamaan. Di antaranya; 
1. Syukur merupakan bukti keseriusan seorang hamba dalam mengabdi dan tunduk kepada Rabbnya. Allah ta’ala berfirman,
وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ 
“Dan bersyukurlah kepada Allah jika kalian benar-benar beribadah hanya kepada-Nya.” (QS. al-Baqarah : 172). 
2. Allah menciptakan pendengaran, penglihatan, dan hati adalah untuk bersyukur kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman,
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian dalam keadaan kalian tidak mengetahui apa-apa, dan Allah menciptakan untuk kalian pendengaran, penglihatan, dan hati mudah-mudahan kalian bersyukur (kepada-Nya).” (QS. an-Nahl : 78).
3. Barangsiapa yang bersyukur kepada Allah maka Allah akan tambahkan nikmat-Nya. Sebaliknya, barangsiapa yang justru kufur maka sesungguhnya siksaan Allah sangatlah keras. Allah berfirman: 
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan ingatlah ketika Rabb kalian mengumumkan kepada kalian; Jika kalian bersyukur maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku atas kalian dan jika kalian kufur, sesungguhnya siksa-Ku sangatlah keras.” (QS. Ibrahim : 7).
Hakikat dari syukur itu adalah mengakui di dalam hati bahwa nikmat yang ada ini adalah dari Allah, memuji Allah dengan lisannya, dan menggunakan nikmat-nikmat itu untuk taat kepada-Nya dan menjauhi larangan-Nya 
Bersyukur terlihat mudah dan gampang namun sangat banyak orang yang menggampangkan sehingga lalai, dan hakekat syukur itu sejatinya tidaklah mudah. 
Untuk itu berdoalah agar kita dimudahkan menjadi hamba Allah yang pandai dan mudah bersyukur. Nabi – shallallahu alaihi wasallam – mengajarkan kepada kita melalui sahabat yang mulia Muadz bin Jabal sebuah doa, sebagaimana dalam sebuah hadist:
أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ أخذ بيده وقال يا معاذُ واللهِ إني لَأُحبُّك واللهِ إني لَأُحبُّك فقال أوصيك يا معاذُ لا تَدَعَنَّ في دُبُرِ كلِّ صلاةٍ تقول اللهمَّ أعِنِّي على ذكرِك وشكرِك وحسنِ عبادتِك 
Mu’adz bin Jabal -radhiyallahu’anhu- menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang tangannya seraya mengucapkan, “Hai Mu’adz, demi Allah sesungguhnya aku benar-benar mencintaimu. Demi Allah, aku benar-benar mencintaimu.” Lalu beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepadamu hai Mu’adz, jangan kamu tinggalkan bacaan setiap kali di akhir sholat hendaknya kamu berdoa, ‘Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik’ (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu).” 
(HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abi Dawud)
Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita agar menjadi hamba-Nya yang senantiasa bersyukur. 

Iklan