Ikhwah fillah….

Kita mencoba merenungkan tentang tentang berbagai permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini, mulai dari judi, narkoba, teror, termasuk LGBT dan menyimpulkan bahwa Semua permasalahan dalam kehidupan manusia diawali oleh keinginan setiap manusia akan 3 hal, yaitu:

1. Eksistensi diri dan atau keluarga

2. Terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang dan tempat tinggal

3. Gaya hidup

Oleh karena itu, melalui ajaran Islam yang dibawa oleh para Nabi dan Rosul, Allah swt telah memberikan manhaj/pedoman yang sempurna bagi semua manusia di dunia ini agar dapat memiliki 3 hal di atas tanpa menimbulkan permasalahan bagi diri, orang lain dan lingkungan.

Allah swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kalian turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian

Kita diperintahkan untuk mengamalkan semua cabang iman dan syariat Islam yang mengatur segala aspek kehidupan kita dengan segenap kemampuan yang mereka miliki.

Karena, segala ketentuan yang Allah tetapkan bagi manusia diperuntukkan untuk kemaslahatan manusia itu sendiri, maka ketika ada seorang hamba Allah yang melakukan penyimpangan demi memenuhi 3 keinginan yang kami sebutkan di atas, maka baginya hanyalah keburukan dan kegunaan baik di dunia apalagi di akhirat.

Firman Allah Swt.:

فَإِنْ زَلَلْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ

Tetapi jika kalian tergelincir (dari jalan Allah) sesudah datang kepada kalian bukti-bukti kebenaran. (Al Baqarah: 209)

Yaitu bila kalian menyimpang dari jalan yang hak (benar) sesudah nyata bagi kalian bukti-bukti yang jelas, maka ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa dalam pembalasan-Nya, tiada seorang pun yang dapat lari dari siksa-Nya, tiada seorang pun yang dapat mengalahkan-Nya; Dia Mahabijaksana dalam segala keputusan dan ketetapan-Nya.

A. Islam Jalan menuju eksistensi yang hakiki

Allah swt Menghendaki semua hamba-Nya “eksis” dengan segala potensi yang diberikan-Nya.

Perhatikan firman Allah dalam QS. Al Mujadalah ayat 11,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚوَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“…. niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”

Dan Firman Allah,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Jadi, ketika kita menginginkan “eksis”, dihargai dan dihormati ditengah-tengah masyarakat, maka cukup dengan iman, ilmu, amal sholeh dan senantiasa memberikan kebaikan di tengah-tengah masyarakat dimana kita berada.

Jika tidak dengan iman, ilmu, amal, dan berbagi kebaikan, maka walaupun dengan suap, intimidasi, kucuran dana milyaran dolar bahkan pemaksaan, niscaya eksistensi yang diharapkan tidak akan dimiliki.

Oleh Ustadz Muttaqin, S.T

Iklan