Jin-jin pun Mendengarkan al-Qur’an dan Takjub Padanya

📌Mari kita dengar pengakuan mereka, ”Katakanlah (hai Muhammad): telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan al-Qur’an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Quran yang menakjubkan”. (QS. 72: 1)

Jika saja para jin pun mengakui dan takjub ketika mendengar al-Qur’an maka bagaimana manusia memungkiri dan mendustakan al-Qur’an. Padahal al-Qur’an disampaikan dengan bijak. Dijelaskan dan bahkan ketika diturunkan, mereka –kaum Quraisy- ada di sekeliling Nabi Muhammad saw. Karena al-Qur’an merupakan mukjizat Allah yang diberikan kepada Rasul saw. Karena al-Qur’an bukan perkataan manusia juga bukan pula perkataan jin. Tapi wahyu dari Allah yang memuat berbagai aturan dan pedoman hidup.

📌Dengan sepenuh fitrah jin-jin yang mendengar al-Qur’an pun mengimaninya. Yaitu al-Qur’an, ”(yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami. Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak” (QS. 72: 2-3)

Dan Nabi Muhammad tak perlu bersedih. Jika di Makkah beliau dimusuhi. Tatkala ke Thaif pun beliau bahkan disakiti dan dilukai. Maka Allah tunjukkan kekuasaan dan kemahaannya. Jin-jin pun tunduk dan khusyuk mendengarkan bacaan al-Qur’an beliau. Mendengarkan dakwah beliau dan kemudian mengimaninya. Bahkan sebagian dari mereka melanjutkan dakwah ini ke kaumnya sesama jin, menjadi penyambung lidah Rasul saw. Setidaknya dengan pemberitahuan ini Rasul pun semakin mantap meneruskan dakwahnya. Dan karena memang kehidupan ini adalah perjuangan yang tak pernah lepas dari rintangan ([4]). Maka bukan saatnya bersedih, apalagi menyerah di depan rintangan hidup.

📌Mereka pun sadar akan kekafiran sebagian dari mereka yang mendurhakai Allah. Bahkan dengan tuduhan-tuduhan yang melampaui batas. ”Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah”. (QS. 72: 4). Sebagaimana manusia, sebagian jin juga tidak mau beriman bahkan kafir. Mereka mengatakan Allah sama seperti mereka memiliki istri dan anak serta keturunan.

Betapa terkejutnya jin-jin yang baik yang telah tersentuh dakwah Rasulullah saw itu. Sebelumnya mereka mengira bahwa kaum mereka bisa dengan mudah menerima dakwah ini. Dan yang terjadi justru sebaliknya, sebagaimana yang dialami oleh Rasulullah saw.

📌Dengarlah penuturan mereka, ”Dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah”. (QS. 72: 5) Bahwa realitanya, baik jin ataupun manusia selalu saja di antara mereka para pembangkang dan pendusta nabi dan risalah Allah yang di utus untuk mereka. Sebagaimana karakter makhluk-makhluk Allah yang memang selalu ada yang memusuhi utusannya baik dari kalangan jin maupun dari jenis manusia ([5]).

Dr. Saiful Bahri, M.A

 

Iklan