Remaja muslim yang cerdas tentu saja akan menimbang manakah yang bermaslahat untuk dunia dan akhiratnya. Menyibukkan diri dengan Al Quran tentu lebih besar maslahatnya dibanding dengan menyibukkan telinga dengan musik, nyanyian atau pun nasyid. Pahala yang diperoleh dari menyibukkan diri dengan Al Quran sungguh luar biasa, dibanding dengan musik yang hanya mengotori hati.

Ibnul Qayyim berkata, Sungguh nyanyian dapat memalingkan hati seseorang dari memahami, merenungkan dan mengamalkan isi Al Quran. Ingatlah, Al Quran dan nyanyian selamanya tidaklah mungkin bersatu dalam satu hati karena keduanya itu saling bertolak belakang. Al Quran melarang kita untuk mengikuti hawa nafsu, Al Quran memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan diri dan menjauhi berbagai bentuk syahwat yang menggoda jiwa. Al Quran memerintahkan untuk menjauhi sebab-sebab seseorang melenceng dari kebenaran dan melarang mengikuti langkah-langkah setan. Sedangkan nyanyian memerintahkan pada hal-hal yang kontra (berlawanan) dengan hal-hal tadi. (Ighatsatul Lahfan, 1: 248-249)

Ibnu Masud mengatakan, Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.

Adh Dhohak mengatakan, Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.

Yazid bin Al Walid mengatakan, Wahai anakku, hati-hatilah kalian dari mendengar nyanyian karena nyanyian itu hanya akan mengobarkan hawa nafsu, menurunkan harga diri, bahkan nyanyian itu bisa menggantikan minuman keras yang bisa membuatmu mabuk kepayang.

Ketahuilah, nyanyian itu adalah pendorong seseorang untuk berbuat zina. LihatTalbisul Iblis, karya Ibnul Jauzi, hal. 289.

Bagaimana jika mendengar nyanyian Islami atau nasyid Islami? Apakah dibolehkan? Tetap saja, kalau nyanyiannya menggunakan alat musik, maka terlarang. Seluruh imam 4 mazhab sepakat akan haramnya musik.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah bagi para remaja supaya menjadi ahli Al Quran dan meninggalkan yang diharamkan.

(Islam Istiqomah)

Iklan