Siapa yang bisa menjamin diri kita aman dari dosa tiap harinya?
Siapa yang bisa memastikan memiliki asuransi bebas dosa tiap harinya?
Maka, ketika kita melakukan dosa, baik itu memandang yang haram, ghibah, dan lain-lain, maka bertobatlah dan susullah segera dengan amalan saleh. Diantaranya adalah membaca Al Quran, shalat, shaum, sedekah, umrah, amar makruf nahi munkar, duduk di majelis taklim, dan lain-lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlak yang baik.”
(HR. At Tirmidzi)

Di dalam dunia ini, cuma dua modal kita, yaitu syukur dan sabar. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?

Lebik baik berpayah-payah dalam melaksanakan ibadah. Dari pada bersenang-senang dalam kolam maksiat.

Mungkin kita merasa ada yang hilang dari aktvitas selama ini.
Mungkin kita merasa ada yang tak hadir saat ini.
Dan mungkin kita merasa hambar dalam menjalani hidup ini.
Itu lantaran keberkahan tidak turun dalam hidup kita.

Syaqiq bin Ibrohim rahimahullah mengungkapkan,
“Pintu taufik ditutup atas hamba karena enam hal:
1. Kesibukannya menikmati karunia Allah, sehingga melupakan rasa syukur kepadaNya.
2. Keinginan belajar semata dengan tanpa amalan.
3. Mudah bermaksiat dan menunda tobat.
4. Tertipu dengan persahabatan orang-orang saleh dengan tanpa mencontoh amalan-amalan mereka.
5. Mengaku menjauhi dunia, tetapi praktiknya justru mengejarnya.
6. Mengaku menghampiri akhirat, tapi justru mereka malah berpaling darinya.”
(Al Fawaid, Ibnul Qoyyim)

Seorang muslim sibuk belajar mencintai saudaranya. Maaf, tidak ada waktu untuk belajar membenci.

Seorang muslim mengerjakan apa yang bisa diamalkan untuk saat ini. Dan ia bermohon kepada Allah agar dimudahkan pada amalan-amalan berikutnya.

Iklan