Aku melihat hidupnya begitu indah,

Karena hatinya selalu dijaga.

Aku melihat hidupnya tak ada pedih,

Karena Sabar sebagai hiasan diri

Aku melihat hidupnya tanpa ujian,

Karena ia sibuk perbaikan diri

Aku melihat hidupnya sempurna,

Ternyata ia pandai mensyukuri yang ada

Aku melihat hidupnya beruntung,

Aku lihat hidupnya bahagia

Aku lihat hidupnya harmonis

Ternyata ia tidak lupa diri,

Hidup untuk mengabdi, tunduk,

patuh kpd Allah dan Rasul-Nya.

Aku belajar memahami,

Mengamati setiap hidup orang yang aku temui,

Ternyata aku yang kurang syukur, kurang sabar, lupa ibadah, malas perbaiki diri,..

Bahwa di belahan dunia lain,

Masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki.

Dan satu hal yang aku ketahui,

Bahwa Allah Maha Kasih Sayang, Maha Adil, Maha Tahu,,,

Hanya akulah yang masih saja mengkufuri nikmat-Nya.
Maka jangan iri hati dengan Rejeki orang lain…
Mungkin kau tak tau dimana rizkimu…
Tapi rizkimu tau dimana dirimu…

Dari lautan biru, bumi dan gunung…

Allah mmerintahknny menujumu.

Allah menjamin rizkimu, sejak 4 bulan 10 hari dalam kandungan ibumu.

Amatlah keliru bila rizki, dimaknai dari hasil bekerja dan hanya uang saja…
Karena bekerja adalah ibadah… sedang rizki itu urusan-Nya.
Melalaikan kebenaran, tidak ibadah karena kawatir tidak kebagian rizki adalah ketidak fahaman janji & jaminan Allah.
Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji…

Yang belum tentu ternikmati

Yang mungkin esok akan ditinggal mati…

Mereka lupa bahwa hakekat rizki bukan apa yg tertulis dalam angka.
Tapi apa yang telah dinikmatinya…

Rizki tak selalu terletak pada pekerjaan kita…

Allah menaruh sekehendakNya.
Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa…

Tapi zamzam justru muncul dari kaki bayinya…

Ikhtiyar itu perbuatan…
Rizki itu kejutan…

Dan jangan lupa…
Tiap hakekat rizki akan ditanya…

“Darimana dan untuk apa”…

Karena rizki adalah “hak pakai”…
Halalnya dihisab…

Haramnya diadzab…

Maka, jangan kau iri pada rizki orang lain…

Bila kau iri pada rizkinya, kau juga harus iri pada takdir matinya…

Karena Allah membagi rizki, jodoh dan usia ummatnya…

Tanpa bisa tertukar satu dengan yang lainnya.

Iklan