Orang-orang yang lemah dalam beribadah bagaikan petani yang menanam benih pohon sejak dulu, dia menyiramnya, merawatnya, dan berharap buahnya.
Namun, ketika masa panen segera tiba, ia malah menelantarkan dan meninggalkannya.
Astagfirullah, yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala dinik.

Apa yang kau kejar?
Di saat cuaca dingin, kau rindu cuaca yang hangat.
Di saat musim kemarau, kau rindu musim hujan.
Di saat berada di tempat yang sepi, kau rindu keramaian.
Di saat berada di tempat yang ramai, kau rindu kesunyian.
Apa yang kau kejar?
Ketika bersama keluarga, kau ingin jauh dari mereka.
Ketika jauh dari keluarga, kau ingin kembali bersama mereka.
Saat bersama anak, kau anggap ia pengganggu.
Saat anak-anak tiada, kau ingin mendekapnya.
Apa yang kau kejar?
Padahal sungguh telah banyak nikmat yang Allah telah berikan pada kita. Namun, rasa ketidakpuasan itulah yang senantiasa menutup mata.

Kadang kita asyik bergembira pada hal-hal yang tidak ada manfaatnya dalam kehidupan dunia, apalagi di akhirat.
Ketahuilah, tidak semua kesibukan membawa kebaikan.

Jangan kita congkak!
Jangan kita bongak!
Jangan kita kibir!
Jangan kita sombong!
Jangan kita angkuh!
Mengapa?
Karena hampir setiap saat kita membawa kotoran biologis, belum lagi kotoran dosa!

Kita mengingini surga, namun yang tampak hanyalah kita jauh dari amalan penduduk surga.
Sungguh sangat berbeda antara hamba yang melakukan amalan saleh dan yang meninggalkan amalan saleh.
Amat berbeda antara bersungguh-sungguh menginginkan akhirat (surga) dengan berupaya menginginkan dunia.
Tak sama antara hamba yang menyembah hanya kepada Allah dan yang menyembah kepada selain Allah.

Iklan