Macam-macam Jin dan tempat tinggal mereka?
🔹Dari Tsa’labah Al-Khasyani Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
 الجن ثلاثة اصناف: صنف لهم اجنحة يطيرون في الهواء، وصنف حيات وعقارب، وصنف يحلون ويظعنون
“Jin ada tiga macam, ‘Pertama; jin yang mempunyai sayap, mereka biasa terbang di udara. Kedua, jin berupa ular-ular dan kalajengking. Dan ketiga, jin yang bertempat tinggal dan pindah-pindah serta berpetualang’. (HR Thabrani dan Hakim).
🔹Biasanya, bangsa jin lebih memilih untuk tinggal di tempat-tempat yang tidak dihuni manusia, seperti padang pasir. Ada juga yang tinggal di tong sampah dan tempat pembuangan kotoran. Di antara jin tersebut, ada yang tinggal bersama manusia. Karena itu, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah keluar menuju padang pasir untuk mengajak (mendakwahi) mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Beliau membacakan Al-Qur’an kepada mereka serta mengajarkan syariat-syariat Islam. Hadits tentang kisah ini banyak periwayatannya, seperti yang terdapat pada kedua kitab Shahih, Imam Bukhari dan Muslim, dari jalur Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu.
🔹Ada juga yang tinggal di tong sampah dan pembuangan kotoran. Karena mereka memakan sisa-sisa makanan manusia. Sebagaimana yang terdapat pada hadits riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu yang sudah kita sebutkan sebelumnya.
🔹Ada juga jin yang tinggal di WC, diriwayatkan dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘Anhu, beliau bercerita bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda: 
“Sesungguhnya tempat-tempat pembuangan kotoran ditempati oleh bangsa jin. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian masuk ke dalam jamban, hendaklah ia berdoa: 
اللهم اني اعوذ بك من الخبث والخباءث
“(Ya Allah, Sesungguhnya hamba berlindung kepada-Mu dari jin laki-laki dan jin perempuan). HR Abu Dawud di dalam kitabut Thaharah bab 3, An-Nasa’i dalam Kitabut Thaharah bab 17. Ibnu Majah di dalam Kitabut Thaharah bab 9. Dan Imam Ahmad di dalam “Al-Musnad”, juz 4 hal 369. Hadits ini shahih.
Wallahu a’lam bishshawaab

Iklan