QS. QS.AL INSYIRAH Ayat 1-8
◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (١)

1. Bukankah kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ (٢)

2. dan kami pun telah menurunkan beban darimu, (22)
——–
22. Kesusahan-kesusahan yang diderita Nabi Muhammad saw. dalam menyampaikan risalah.
——–

الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ (٣)

3. yang memberatkan punggungmu,

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ (٤)

4. dan kami tinggikan sebutan (nama)mu (23) bagimu.
——–
23. Meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, menjadikan taat kepada Nabi termasuk taat kepada Allah
——–

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥)

5. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦)

6. sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧)

7. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), (24)
——–
24. Sebagian mufassir menafsirkan apabila engkau (Muhammad) telah selesai berdakwah, maka beribadahlah kepada Allah;
——–

وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (٨)

8. dan hanya kepada Tuhanmu-lah engkau berharap.

 

Tadabbur Ayat

Ayat 1 – 8 menjelaskan tentang beberapa karunia yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw. diantaranya: dilapangkan dadanya sehingga mendapatkan predikat hamba yang berakhlak agung, diringankan beban urusannya dengan beberapa mukjizat dan mempunyai para sahabat yang setia, ditinggikan kedudukannya sebagai sayyidulmursaliin dan namanya mengiringi nama Allah dalam kalimat syahadat.
Anugerah Allah pun juga akan diberikan kepada umat Nabi yang taat mengikuti ajarannya , seperti:
– Dilapangkan dadanya karena dampak keimanan dan keislaman yang tertanam dihati (QS.Al An’am: 128). Dengan demikian Allah munculkan sifat sabar, qanaah, tawakkal, ikhlas; disamping sifat optimis, pantang menyerah, dll.
– Diringankan beban hidup dengan adanya harapan ampunan dari Allah, datangnya pertolonganNya, dan kesadaran diri bahwa setiap ujian pasti ada balasan.
– Allah angkat kedudukannya, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk mulia (QS.Al Isra’: 70) dan Allah bekali potensi menjadi mulia. Begitu juga setiap amal baik seseorang, sekecil apapun akan berdampak baik pada diri dan lingkungannya. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan amal ibadah hambaNya.
– Bahwa setiap kesulitan pasti ada akhirnya, dan bila dihadapi dengan sungguh-sungguh akan ditemukan kemudahan-kemudahan selanjutnya (akan Allah tunjukkan jalan-jalan keluar/diberikan ilmu-ilmu baru setelahnya (QS.Al Ankabut: 69)).
– Hendaklah setelah menyelesaikan suatu pekerjaan, bersegera menuju pekerjaan lainnya. Dan hasil akhir dari pekerjaan kita, kita serahkan kepada Allah swt.(berdoa dan tawakkal kepadaNya).

Iklan