QS. Adh Dhuhaa Ayat 1-11
◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

وَالضُّحَى (١)

1. Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah),

وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى (٢)

2. dan demi malam apabila telah sunyi,

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى (٣)

3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu, (19)
——–
19. Ketika turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad saw. terhenti untuk sementara waktu, orang-orang musyrik berkata, “Tuhannya (Muhammad) telah meninggalkannya dan benci kepadanya.” Maka turunlah ayat ini untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu.
——–

وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الأولَى (٤)

4. dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan. (20)
——–
20. Akhir perjuangan Nabi Muhammad saw. itu akan menjumpai kemenangan-kemenangan, sedang permulaannya penuh dengan kesulitan-kesulitan. Ada pula sebagian mufassir yang mengartikan akhirat dengan “kehidupan akhirat” beserta segala kesenangannya dan ula dengan arti “kehidupan dunia.”
——–

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى (٥)

5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى (٦)

6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu).

وَوَجَدَكَ ضَالا فَهَدَى (٧)

7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, (21) lalu Dia memberikan petunjuk.
——–
21. Kebingungan untuk mendapatkan kebenaran yang tidak bisa dicapai oleh akal. Lalu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad saw.
——–

وَوَجَدَكَ عَائِلا فَأَغْنَى (٨)

8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلا تَقْهَرْ (٩)

9. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ (١٠)

10. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya).

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (١١)

11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

Tadabbur Ayat

Ayat 1 – 6 Allah bersumpah demi waktu duha dan waktu malam (waktu-waktu yang istimewa) bahwa terhentinya wahyu turun sementara, bukan berarti Allah swt. sedang marah atau benci kepada Nabi Muhammad saw. Sedangkan bagi umatnya; disaat menurunnya semangat ibadah, atau munculnya rasa malas beramal baik, maka hendaklah introspeksi diri apakah ada dosa atau kesalahan yang telah/sedang kita lakukan?. Allah tekankan bahwa kehidupan akhirat itu lebih baik daripada kehidupan didunia ini. Jika engkau memperhatikan akhiratmu, sungguh Allah akan memberikan kenikmatan-kenikmatan yang lebih dibandingkan kenikmatan dunia, sehingga engkau merasa puas.

Ayat 7 – 11 Allah tunjukkan perhatian dan pertolonganNya kepada hambaNya agar iapun mau memberikan perhatian dan pertolongan kepada sesama, khususnya kepada orang-orang yang lemah seperti anak yatim, peminta-minta, orang miskin, dll. Kepada mereka dilarang menelantarkannya, apalagi berlaku kasar kepadanya. Adapun kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah berikan kepadamu, hendaklah engkau siarkan. Hal ini bertujuan untuk:
– Menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah dengan berbagi kepada orang-orang disekitarnya.
– Menjaga diri dari fitnah.

Iklan