Menjaga Islam dari penyimpangan dan kesesatan adalah sifat orang-orang yang Allah Ta’ala anugerahkan ilmu kepada mereka… ➡📖Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : يحمل هذ ا العلم من كل خلف عد و له ينفو ن عنه تحر يف الغا لين وانتحاالمبطلينووتاويلالجاهلين “Yang membawa ilmu agama ini pada setiap zaman adalah orang- orang terbaiknya,mereka menolak penyimpangan orang2 Yang berlebihan dalam agama,(membantah) para penghapus(agama) dan (meluruskan) tafsiran orang jahil…” [HR.Al- Baihaqi dari Ibrahim bin Abdir Rahman Al-Adzri radhiyallahu anhu,Al-Misykah,no: 248]

🔷WAJIB MENCEGAH KEMUNGKARAN

➡Allah subhana wa taala telah menjadikan kaum muslim sebagai penyeru kepada kebaikan dan penolak KEMUNGKARAN…

➡📖Allah ta’ala berfirman :

ولتكن منكم ا مة يد عو ن على الخير ويامد و ن با لمعر و ف وينهون عن المنكر واولاك هم المفلحون

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yg menyeru kepada kebajikan,menyuruh kepada yg ma’ruf dan mencegah dari Yang mungkar;merekalah orang2 yg beruntung…”(QS.Ali Imran :104)

➡Firman Allah ta’ala di atas merupakan dalil yg shohih MENGENAI kEWAJIBAN DAKWAH atas setiap muslim..bahkan ALLAH TA’ALA MENGANCAP SIAPA SAJA YANG MENINGGALKAN DAKWAH, ATAU BERDIAM DIRI TERHADAP KEMUNGKARAN dengan tidak terkabulnya doa…

➡Bahkan jika di dalam suatu masyarakat,tidak lagi ada orang yg mencegah kemungkaran..,niscaya ALLAH AKAN MENGAZAB SEMUA ORANG YANG DI MASYARAKAT TERSEBUT,BAIK IA IKUT BERBUAT MUNGKAR MAUPUN TIDAK…

➡Hal ini menunjukkan dengan sangat jelas,BAHWA HUKUM MENOLAK KEMUNGKARAN ADALAH WAJIB…

➡📖Rasulullah bersabda :
“Barang siapa yg melihat kemungkaran maka hendaklah ia mencegah dengan tangannya, sekiranya ia tidak mampu, maka dgn lisannya dan sekiranya dia tidak mampu (juga) ,maka dengan hatinya.Yang demikian itu adalah selemah- lemahnya iman…”(HR.Muslim dlm shahihnya dr hadist Abu Said)

👤➡Abu Ali Ad Daqqoq berkata :

“السا كت عن الحق شيطا ن اخر س ،والمتكلم با لب طل شيطا ن طق”

“ORANG YANG DIAM DARI KEBENARAN ADALAH SETAN BISU, SEDANG YANG BERUCAP DENGAN KEBATILAN ADALAH SETAN YANG BERBICARA…”
[Lihat Ar Raddu ‘alal Mukhaalif min Ushulil islam, karya Asy Syaikh Bar bin Abdullah Abu zaid rahimahulloh Hal 75-76 sebagaimana dlm Madarikun Nazhor Hal.67 ]

Iklan