SUKSES ITU KALAU KITA JADI PENGHUNI-PENGHUNI SURGA

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah, sang pencipta dan pengatur alam semesta. Shalawat dan salam kesejahteraan semoga senantiasa dilimpahkan kepada teladan umat manusia, Muhammad bin Abdullah Al Hasyimi shallallahu ‘alaih wa sallam.

Saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah.
Janganlah tertipu dengan ideologi-ideologi orang-orang kafir barat maupun timur. Janganlah termakan tipu daya para orientalis yang menebarkan kesesatan. Janganlah mau dibodohi oleh orang-orang yang mengusung paham sekularisme, pluralisme, hedonisme, dan ateisme.
Itu semua hanyalah akan menyeret kita ke jurang kerugian, kebinasaan, dan kesengsaraan. Itu semua hanyalah akan mendatangkan bencana, murka dan azab Allah.

Saudaraku yang dirahmati Allah. Orang cerdas pastilah menundukkan hawa-nafsunya dan mengerjakan segala yang bermanfaat untuk kehidupan setelah mati, sedangkan orang pandir akan selalu menghambakan dirinya untuk hawa-nafsunya, lalu berangan-angan kepada Allah dengan berbagai macam keinginan.

Setiap muslim telah dijamin oleh Rasulullah shallallahu ‘alaih wasallam untuk memasuki Surga dan ini adalah kesuksesan yang hakiki. Sayangnya, masih saja ada orang yang enggan untuk mendapatkannya.
Siapakah yang tidak mau meraih kesuksesan ini? Orang seperti apakah ia? Jawabannya ada pada sabda baginda Rasulullah shallallahu’alaih wasallam, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah Ad Dausi radhiyallahu’anhu yang diriwayatkan oleh Al Bukhari,
“Semua umatku akan masuk Surga, kecuali orang yang enggan.” Para sahabat bertanya, “Wahai, Rasulullah, siapakah yang enggan memasuki Surga?”. Beliau menjawab, “Siapa saja yang menaatiku, maka akan memasuki Surga. Dan siapa saja yang memaksiatiku, maka ia enggan masuk Surga.”

Ternyata dari golongan manusia ada orang-orang yang tidak mau memasuki Surga. Mereka adalah yang durhaka dan bermaksiat kepada Allah dan rasulNya. Padahal kita ketahui bahwa Surga adalah tempat segala kesenangan, kenikmatan, dan kebahagian. Hanya orang dungulah yang tidak mau memasuki Surga Allah, karena ia lebih rela dengan hawa-nafsunya dan terbuai dengan kehidupan dunia yang berlumuran noda.

Orang yang berakal sehat akan terus mengejar kesempatan untuk memasuki Surga Allah, walaupun ia harus mengorbankan segalanya, merasakan kelelahan, mencucurkan keringat atau bahkan meneteskan darahnya. Ia selalu giat beramal saleh, karena yakin dengan janji-janji indah dari Allah. Allah berfirman,
ﺗِﻠْﻚَ ﺣُﺪُﻭﺩُ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﻣَﻦ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻳُﺪْﺧِﻠْﻪُ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﺗَﺠْﺮِﻱ ﻣِﻦ ﺗَﺤْﺘِﻬَﺎ ﺍﻷَﻧْﻬَﺎﺭُ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻔَﻮْﺯُ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢُ . ﻭَﻣَﻦ ﻳَﻌْﺺِ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻭَﻳَﺘَﻌَﺪَّ ﺣُﺪُﻭﺩَﻩُ ﻳُﺪْﺧِﻠْﻪُ ﻧَﺎﺭﺍً ﺧَﺎﻟِﺪﺍً ﻓِﻴﻬَﺎ ﻭَﻟَﻪُ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﻣُّﻬِﻴﻦٌ.
“Dan siapa saja yang menaati Allah dan Rasul Nya, maka akan dimasukkan ke dalam Surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Ia akan hidup kekal di dalamnya dan ini adalah keberuntungan yang besar. Dan siapa saja yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul Nya serta melanggar batas-batas aturan Allah, maka akan dimasukkan ke dalam Neraka. Ia kekal di dalamnya dan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. An Nisa: 13-14)

Kaum mukminin adalah orang-orang yang mendapatkan kesuksesan dan ampunan dosa dari Allah karena ketakwaan yang ada pada mereka. Allah ta’ala berfirman,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻗُﻮﻟُﻮﺍ ﻗَﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳﺪﺍً . ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦ ﻳُﻄِﻊْ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯﺍً ﻋَﻈِﻴﻤﺎً.
“Wahai, orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan siapa saja yang mau taat kepada Allah dan rasulNya, sungguh ia telah meraih keberuntungan yang besar.” (QS. Al Ahzab: 70-71)

Ketakwaan adalah satu faktor besar yang akan mengantarkan seorang hamba Allah menuju gerbang kesuksesan. Dengan takwa, seorang hamba akan mendapatkan solusi untuk segala masalah dan rejeki yang tak diduga,
ﻭَﻣَﻦ ﻳَﺘَّﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺠْﻌَﻞ ﻟَّﻪُ ﻣَﺨْﺮَﺟﺎً
“Dan siapa saja yang bertakwa kepada Allah, maka akan diberi jalan-keluar olehNya dan diberi rejeki dari arah yang tak disangka-sangka.” (QS. Ath Thalaq: 2)

Dengan takwa, seorang hamba akan mendapatkan kemudahan dalam segala urusannya,
ﻭَﻣَﻦ ﻳَﺘَّﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺠْﻌَﻞ ﻟَّﻪُ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِﻩِ ﻳُﺴْﺮﺍً
“Dan siapa saja yang bertakwa kepada Allah, niscaya segala urusannya akan dipermudah olehNya.” (QS. Ath Thalaq: 4)

Dengan takwa, seorang insan akan terhapus dosa-dosanya, mendapat pahala yang melimpah, dan akan terjauh dari kebatilan,
ﻳِﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍْ ﺇَﻥ ﺗَﺘَّﻘُﻮﺍْ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻳَﺠْﻌَﻞ ﻟَّﻜُﻢْ ﻓُﺮْﻗَﺎﻧﺎً ﻭَﻳُﻜَﻔِّﺮْ ﻋَﻨﻜُﻢْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺗِﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟﻠّﻪُ ﺫُﻭ ﺍﻟْﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢِ
“Wahai, orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, nicscaya Allah akan memberikan furqan [pembeda antara al haq dan al batil ] untuk kalian dan Dia akan menghapus serta mengampuni kesalahan-kesalahan kalian dan Allah adalah sang pemilik keutamaan yang besar.” (QS. Al Anfal: 29)

ﻭَﻣَﻦ ﻳَﺘَّﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﻜَﻔِّﺮْ ﻋَﻨْﻪُ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻳُﻌْﻈِﻢْ ﻟَﻪُ ﺃَﺟْﺮﺍً
“Dan siapa saja yang bertakwa kepada Allah, maka dosa-dosanya akan dihapus olehNya dan akan dilipat-gandakan pahala untuknya.” (QS. Ath Thalaq: 5)

Dengan takwa dan kesabaran, segala kebajikan yang dilakukan oleh seseorang tidak akan menjadi sia-sia,
ﺇِﻧَّﻪُ ﻣَﻦ ﻳَﺘَّﻖِ ﻭَﻳِﺼْﺒِﺮْ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻻَ ﻳُﻀِﻴﻊُ ﺃَﺟْﺮَ ﺍﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴﻦَ
“Sesungguhnya, siapa saja yang bertakwa dan bersabar, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala untuk orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS.Yusuf: 90)

Dan dengan takwa pula segala perbuatan baik dan amalan ibadah seorang manusia akan diterima oleh Allah,
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺘَﻘَﺒَّﻞُ ﺍﻟﻠّﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ
“Sesungguhnya, Allah hanya akan menerima amalan dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Maidah: 27)

Mengucapkan ‘aku bertakwa’ atau mengaku sebagai ‘seorang yang bertakwa’, mungkin, mudah bagi siapa saja. Akan tetapi, pengakuan di atas kejujuran sangat susah direalisasikan. Sebab terbesarnya adalah karena mereka tidak mengerti apa makna dan esensi takwa.

Definisi terindah tentang takwa diucapkan oleh para ulama ahlus sunnah wal jama’ah. Yaitu, “Mengerjakan segala ketaatan kepada Allah di atas ilmu dan dalil dalam keadaan mengharapkan pahala dari Allah dan meninggalkan segala kemaksiatan kepada Allah karena tahu ilmu dan dalil dalam kondisi takut dari azabNya.”

Inilah esensi takwa yang sebenarnya yang akan mengantarkan seorang hamba menuju kesuksesan hakiki nan mutlak. Ketakwaan tidak hanya mendatangkan kesuksesan, tetapi juga menyebabkan kita berstatus mulia,
ﺇِﻥَّ ﺃَﻛْﺮَﻣَﻜُﻢْ ﻋِﻨﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺗْﻘَﺎﻛُﻢْ
“Orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al Hujurat: 13)

Yaa Allah, kami meminta dariMu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri dan kecukupan.
Semoga Allah memudahkan dan membimbing kita semua untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Allahumma Amin.

Iklan