ASBABUN NUZUL #01
-Wasiat Ibrahim-

(وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ ۚ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ)

🌿Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Al Baqarah: 130

Imam Qotadah menyebutkan, Ayat ini turun kepada kaum Yahudi yang mencari jalan selain jalan yang Allah berikan, dan menyelisihi Ibrahim dengan perbuatan mereka.

Meskipun ayat ini turun kepada Yahudi, teguran lebih besar ditujukan kepada Bangsa Arab musyrikin.

Bangsa Arab adalah keturunan Ismail, saudara tua Ishaq, moyangnya Bani Isroil.

Leluhur mereka, Ibrahim adalah kekasih Allah, pemimpin orang-orang yang lurus keyakinannya, dia memurnikan tauhid beribadah hanya kepada Allah, tidak pernah meminta kepada selainnya, tidak pernah berbuat syirik sekalipun.

Dia menyelisihi dan berlepas diri dari perbuatan kaumnya, bahkan dia berlepas diri dari ayahnya.

Allah memerintahkan Ibrahim untuk ikhlas, maka Ibrahim pun menerima dan tunduk dengan segenap hati dan segala daya yang dia miliki.

Dia berwasiat kepada anak-anak nya untuk berpegang teguh kepada Agama yang telah Allah pilihkan untuk mereka.

Berbuat baiklah selama masih hidup dan konsistenlah, semoga Allah memberimu rizqi dengan meninggal dalam kebaikan itu. Karena seseorang biasanya meninggal dalam keadaan sebagaimana dia hidup, dan akan dibangkitkan dengan keadaan yang sama. Sungguh Allah telah memberi balasan bagi setiap kebiasaan. Barang siapa bermaksud berbuat baik, Allah akan memberi jalan dan memudahkannya. Barang siapa yang berniat baik, maka telah tetap baginya pahala.

Maka keturunan yang hanif dari Ibrahim, Ismail dan Ishaq – dengan cinta mereka kepada Islam – menjaga wasiat ini sampai datang kematian mereka, bahkan mereka berwasiat hal yang sama kepada keturunan berikutnya.

Tidak mensekutukan Allah dengan suatu apapun, mereka taat kepada Allah dan merendahkan diri kepada-Nya.

Islam adalah agama yang satu yang dibawa dan dianut seluruh Nabi. Meski berbeda syari’at dan manhajnya dalam generasi yang berbeda.

Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.

Mendengar jawaban anak-anaknya, menjadi tenanglah hati Ya’qub, menjadi nikmatlah kematiannya.

Sumber :

سبيل الرشاد في هدي خير العباد – تقي الدين الهلالي

Iklan