Urgensi dan Kekuatan Doa dalam Dakwah dan Jihad

Tak ada doa yang tak terjawab
Bila kita meminta penuh harap
Tak ada derita yang tak pernah sirna
Bila kita mau meminta Sang Pencipta
Tak ada bahagia yang tak mampu dicipta
Bila kita berserah diri kepada Yang Mahakuasa

Pertolongan Allah sangat dekat
Bila doa selalu terpanjat
Kekhusyukannya ketika berdoa membuat Rasulullah bersabda untuknya, “Ya Allah, kabulkanlah Sa’ad jika dia berdoa.” Tentunya doa Rasulullah akan dikabulkan. Namun, perlulah kita amati mengapa Rasulullah mendoakan Sa’ad bin Abi Waqqash r.a.

Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah r.a, dia berkata, “Suatu ketika penduduk Mekkah mengadukan Sa’ad bin Abi Waqqash kepada Umar bin Khaththab, mereka mengatakan bahwa shalatnya tidak baik. Sa’ad membantah, “Aku mengerjakan shalat sesuai dengan shalat Rasulullah. Shalatku pada waktu Isya aku lakukan dengan lama pada dua rakaat pertama sedang dua rakaat terakhir aku melakukan dengan ringkas. Mendengar itu Umar bin Khaththab berkata, “Berarti itu hanya prasangka orang-orang terhadapmu, wahai Abu Ishaq.”

Umar mengutus beberapa orang untuk menanyakan tentang diri Sa’ad di Kufah, ternyata ketika utusan mendatangi masjid-masjid di Kuffah, mereka mendapati informasi yang baik tentang Sa’ad. Demikianlah, keimanan Sa’ad bin Abu Waqqash kepada Allah dan rasul-Nya telah mendapat ridha dari Allah SWT. Al-Qur`an telah mengabadikan peristiwa itu menjadi pegangan hidup bagi kita semua. Begitu juga Rasulullah yang juga mendoakan agar doa Sa’ad selalu dikabulkan oleh Allah.

Apabila Sa’ad bermohon untuk diberi kemenangan, niscaya Allah mengabulkan doanya. Suatu ketika Rasul duduk-duduk bersama para shahabat, tiba-tiba beliau menatap ke langit seolah mendengar bisikan malaikat. Kemudian Rasul kembali menatap para shahabat seraya berkata, “Sekarang akan ada di hadapan kalian seorang laki-laki dari penduduk surga.”

Mendengar ucapan Rasulullah, para shahabat mencari siapa laki-laki yang dimaksud Rasulullah. Tak berselang lama datanglah laki-laki yang ditunggu itu, dialah Sa’ad bin Waqqash. Tak hanya terkenal dalam kekhusyukannya ibadahnya, doanya selalu dikabulkan, pun baktinya pada orang tuanya sungguh luar biasa.

Tak hanya itu, ternyata dia memiliki keberanian dalam peperangan membela Islam. Kegagahannya di kancah peperangan ditakuti lawan. Kala perang Uhud dia selalu berada di sisi Rasulullah. Keahlian dalam memanahnya mampu melibas musuh dan menghabisi mereka. Tak satu pun anak panahnya terlepas sia-sia.

Tolonglah agama Allah niscaya kita akan mendapat pertolongan dari Allah. Kenalilah Allah dalam sujud dan doamu serta lantunan zikirmu niscaya Allah akan mengenalmu. Sebutlah nama-Nya di mana saja kita berada dalam keadaan lapang ataupun sempit, dalam keadaan bahagia atau menderita, pun dalam keadaan suka maupun duka. Allah takkan meninggalkan kita sendirian. Allah takkan membiarkan kita kesulitan. Allah kan datang bersama kemudahan. Allahu Akbar.

Di antara langit dan bumi Allah sudah siapkan bencana. Doalah benteng dari semua bencana. Doa tak hanya kata-kata namun doa harus terpatri dalam ada dalam jiwa dan benak kita. Yakinlah… bersabarlah….

Ibnu Atha’ berkata, ”Doa itu memiliki pilar, sayap, waktu dan musabab. Bila sesuai pilarnya maka akan menguat, bila sesuai sayapnya akan terbang ke langit, bila sesuai waktunya akan beruntung, bila sesuai dengan musababnya maka akan berhasil.

Adapun pilarnya adalah hadirnya hati secara lembut, khusyu’ dan pasrah kepada Allah. Sayapnya adalah jujur. Waktunya adalah waktu sahur, dan musababnya adalah membaca sholawat dan salam kepada Rasulullah SAW.”

Bila segala problem tak bisa terselesaikan dengan kata-kata
Bila setiap fenomena yang hadir dalam hidup kita tak mampu terselesaikan dengan logika
Tengadahlah… memohonlah
Hanya Dia yang bisa kita pinta dari segala asa yang kita punya
Doa, puncak segala upaya manusia sebagai hamba
Keyakinan dalam menapakinya modal utama kita
Doa tak lain adalah penopangnya
Usaha merupakan jalan setiap manusia
Dan tawakal menunggu hasilnya
Segala problema ada penyelesaiannya
Takkan lalai Allah akan janjinya
“Sesungguhnya di balik kesempitan pasti kan datang kemudahan… setelah kegelapan kan hadir cahaya terang….

Wallahu musta’an

Iklan