OBAT GALAU

Coba jajal resep sederhana ini… Ambil air wudhu… Shalat sunnah taubat 2 rokaat, atau shalat hajat, dan baca Qur’an…

Atau baca Laa hawla walaa quwwata illaa billaah, 100 sampai dengan 300 kali. Rutinin bacanya tiap hari.

Maka galau juga bisa dengan cara bertaubat, dan memperbaiki diri.

Allah yang nurunin ketenangan, Allah juga yang menghadirkan atau mengizinkan hadirnya kegalauan. Banyak-banyak minta sama Allah bebas galau.

Kalau galau, ketemu obat palsu, maka bertambah-tambah dalem dan lama galaunya. Obat galau musti dari Allah, dengan cara-caranya Allah.

Masalah, lagi galau dengan pelajaran, tapi bolos, galau dengan istri, tapi malah selingkuh, galau dengan gaji, malah korupsi, bakal dilema dan lama tuh galaunya.

Galau itu juga tanda miskin ilmu, miskin iman, miskin nasihat, kurang ngaji, kurang tauhidnya, kurang denger nasihat.

Hati yang galau, bisa juga sebagai pertanda sedang diisi atau diganggu syetan. Segera A’uudzu billaahiminasy-syaithoonirrojiim.

Jauhi dosa, bagusin ibadah. Ini tips jitu yang ringkas bagi mereka yang gak mau galau. Jangan sampe Allah cabut ketenangan hidup.

Doa Untuk yang sedang Galau

“Tiada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau (Ya Allah), Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim.”
(QS. Al-Anbiya’: 87)

Doa di atas adalah doa Nabi Yunus bin Matta ‘Alaihis Salam. Beliau diutus oleh Allah kepada penduduk Ninawa, yaitu satu daerah di negeri Mousul-Iraq. Beliau menyeru meraka kepada Allah.

Tapi mereka menolak seruannya dan tetap berada di atas kekufurannya.
🚶🏻
Maka beliau pergi meninggalkan mereka dengan perasaan jengkel dan marah. Beliau mengancam mereka dengan adzab dari Allah setelah tiga hari. Ketika telah terbukti ancaman beliau dan mereka ditimpa bencana, maka mereka baru sadar bahwa Yunus adalah Nabi yang tidak berdusta.
Lalu mereka pergi ke padang pasir dengan membawa anak-anak, hewan ternak, dan unta mereka. Mereka memisahkan antara induk dan anak-anaknya. Kemudian mereka berdoa dan memohon keselamatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla . Unta-unta dan sapi-sapi beserta anak-anaknya bersuara, begitu juga kambing dan anak-anaknya mengembik. Lalu Allah mengangkat adzab dari mereka.
Sementara saat itu Nabi Yunus sudah pergi. Beliau menaiki perahu bersama kaumnya. Perahu itu tertimpa gelombang besar. Mereka takut akan tenggelam. Lalu mereka mengadakan undian, siapa di antara mereka yang harus dilemparkan ke laut untuk meringankan beban perahu.
Jatuhlah undian itu kepada Yunus.

Mereka menolak untuk melemparkannya. Lalu mereka mengulangi undian, kembali jatuh kepada Yunus. Lagi-lagi mereka enggan melaksanakan keputusan. Kemudian undian dilakukan lagi, dan tetap ia jatuh atas Yunus. Kemudian Nabi Yunus melepas bajunya dan melemparkan dirinya ke laut.

🐋
Saat itu juga muncul seekor ikan paus yang membelah lautan, langsung menelan Yunus. Allah mengilhamkan kepada paus tersebut, “Janganlah engkau makan dagingnya dan hancurkan tulangnya, karena Yunus bukan rizki bagimu, sesungguhnya perutmu menjadi penjara baginya.”
Saat berada dalam kesulitan yang sangat dan berada dalam tiga kegelapan (gelapnya dalam perut ikan, di dasar lautan, dan di tengah gelapnya malam), Nabi Yunus bertasbih dan berdoa kepada Allah dengan doa di atas sehingga Allah menyelamatkannya dan mengembalikannya kepada kaumnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Anbiya’: 87-88)

🙌
Kenapa do’a Nabi Yunus mudah diijabah ?
Karena dalam do’a beliau tersebut terdapat pengakuan pada ketauhidan Allah ‘azza wa jalla dan pengakuan terhadap setiap dosa, kesalahan dan kezholiman yang diperbuat diri sendiri.

🌹
Intinya dalam do’a Dzun Nuun ini ada tiga keistimewaan:
1. Pengakuan tauhid.
2. Pengakuan akan kekurangan diri.
3. Berisi permohonan ampun (istighfar) pada Allah

Sudah sepatutnya bagi setiap hamba yang mengalami kegelisahan dan kesedihan untuk banyak-banyak mengulang do’a ini dan menambahkan dalam setiap do’anya. Niscaya Allah pun akan mudah mengijabahi doanya.
Jadi awalilah setiap doa apa saja dengan doa Dzun Nuun ini, niscaya doa tersebut akan diijabahi dengan izin Allah. Yakinlah!

Iklan