Hikmah dan Pelajaran dari Kisah Abu Thalib

➡ Dari Ibnul Musayyib, dari ayahnya, beliau berkata,

لمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبٍ الْوَفَاةُ جَاءَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ عَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ وَأَبُو جَهْلٍ. فقَالَ لَهُ: (يَا عَمِّ، قُلْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ، كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللهِ)، فَقَالَا لَهُ: أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ؟ فَأَعَادَ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَأَعَادَا ، فَكَانَ آخِرُ مَا قَالَ: هُوَ عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَأَبَى أَنْ يَقُولَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ. فقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ). فأنَزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى.
وأنَزَلَ اللهُ فِي أَبِي طَالِبٍ: إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ.

🌴 “Tatkala Abu Thalib akan meninggal dunia, datanglah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam kepadanya, dan saat itu Abdullah bin Abi Umayyah serta Abu Jahl berada di sisinya, maka (Rasulullah) berkata kepadanya,
‘Wahai pamanku, ucapkanlah Lâ Ilâha Illallâh, suatu kalimat yang dapat kujadikan sebagai hujjah untukmu di sisi Allah.’

🌴 Namun, kedua orang itu berkata kepadanya, ‘Apakah engkau membenci agama Abdul Muththalib?’

🌴 Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam pun mengulangi ucapan (beliau) kepada paman (beliau), tetapi kedua orang itu juga mengulang-ulangi perkataan mereka kepadanya. Maka, akhir perkataan Abu Thalib adalah bahwa ia masih tetap berada pada agama Abdul Muththalib dan enggan mengucapkan Lâ Ilâha Illallâh.

🌴 Oleh karena itu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sungguh aku akan memintakan ampunan untukmu sepanjang aku tidak dilarang.’

🌴 Maka, Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan (firman-Nya), ‘Nabi dan orang-orang yang beriman tidaklah patut memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun (orang-orang musyrik) itu adalah kaum kerabat-(nya).’ (At-Taubah: 113)

🌴 Mengenai Abu Thalib, Allah menurunkan (firman-Nya): Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan bisa memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima hidayah.” (Al-Qashash: 56) [HR. Al-Bukhari]

💾 Link Download: http://bit.ly/1nH5cJy

Iklan