Larangan Jual Beli Sesuatu Yang Tidak Dimiliki (Bai’ Ma’dum)

Pemateri: Ust. Rikza Maulan, Lc., M.Ag

📚 Makna Sesuatu Yang Tidak Ada (Ma’dum)

Sesuatu yang tidak ada (ma’dum) adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh penjual, atau tidak dalam kuasa dan genggaman penjual dan tidak dalam penguasaan penjual.

Sehingga penjual tidak bisa melakukan serah terima barang yang ditransaksikan tersebut kepada pembeli.

Sementara diantara syarat dalam jual beli adalah bahwa objek yang diperjualbelikan harus bisa diserah terimakan.

Masuk dalam kategori sesuatu yang tidak ada (ma’dum) adalah:

🔹jual beli anak dari anaknya onta (habalil habalah),

🔹jual beli onta yang hilang yang tidak diketahui keberadaannya,

🔹jual beli mutiara yang masih berada di dalam kerang di tengah lautan,

🔹jual beli susu hewan yang masih berada dalam teteknya,

🔹jual beli buku sebelum ditulis bukunya, dsb.

Dikecualikan dari jual beli sesuatu yang tidak ada (ma’dum) adalah jual beli barang yang ada, namun tidak ada di hadapan penjual maupun pembeli pada saat transaksi, namun sesungguhnya wujudnya ada di tempat lain.

Atau dengan istilah lain, disebut dengan gha’ib.

Jual beli barang yang ghaib adalah boleh, dengan syarat wujud barangnya ada.

Dikecualikan juga jual beli barang yang tidak ada, namun secara sifat, spesifikasi, dan wujud keberadaannya secara logika dan kebiasaan umum akan ada, maka termasuk diperbolehkan.

Oleh karenanya, diperboleh kan bai’ salam dan bai’ istishna’.

📚 Jenis-Jenis Bai’ Ma’dum
Dan Hukumnya

🔹Bersambung🔹

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
http://www.iman-islam.com

Iklan