KARENA KEBERSIHAN HATI PENGHUNINYA, SURGA BISA TERASA DALAM RUMAH KITA (Bag-2)

 

KARENA KEBERSIHAN HATI PENGHUNINYA, SURGA BISA TERASA DALAM RUMAH KITA (Bag-2)
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ ๐ŸŒน
Apa yang membuat hati itu ternoda? 

Nabi kita shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
 ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃ ุฎูŽุทููŠุฆูŽุฉู‹ ู†ููƒูุชูŽุชู’ ููู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู†ููƒู’ุชูŽุฉูŒ ุณูŽูˆู’ุฏูŽุงุกู ููŽุฅูุฐูŽุง ู‡ููˆูŽ ู†ูŽุฒูŽุนูŽ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููŽุฑูŽ ูˆูŽุชูŽุงุจูŽ ุณูู‚ูู„ูŽ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽ ุฒููŠุฏูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽุนู’ู„ููˆูŽ ู‚ูŽู„ู’ุจูŽู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงู†ู

ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุงู„ู„ูŽูŽูู‘ู‘ ) ูƒูŽู„ุงูŽู‘ ุจูŽู„ู’ ุฑูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽูƒู’ุณู ุจููˆู†ูŽ

โ€œJika seorang hamba berbuat sebuah dosa, maka akan ditorehkan sebuah noktah hitam di dalam hatinya. Tapi jika ia meninggalkannya dan beristigfar niscaya hatinya akan dibersihkan dari noktah hitam itu. Sebaliknya jika ia terus berbuat dosa, noktah-noktah hitam akan terus bertambah hingga menutup hatinya. Itulah dinding penutup yang Allah sebutkan dalam ayat, โ€˜Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka kerjakan itu menutup hati mereka.โ€™ (QS.al-Muthaffifin: 14).โ€ (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). 
Lalu dimana kita posisikan Allah dalam kehidupan kita? Apakah kedudukan atasan telah mengalahkan kedudukan Allah di hati kita? Sehingga kita dengan santainya berbuat maksiat kepada-Nya? Padahal Allah adalah Dzat yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui. 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, โ€œSebenarnya orang yang dipenjara adalah orang yang hatinya tertutup dari mengenal Allah โ€˜Azza wa Jalla. Sedangkan orang yang ditawan adalah orang yang masih terus menuruti (menawan) hawa nafsunya (pada kesesatan).โ€ (Shahih Al Wabilus Shoyib, hal. 94). 
Oleh karena itu, hendaklah kita menempa, mendidik, dan menundukkan nafsu (jiwa) keluarga kita, agar nafsu mengarahkan hati kita pada hal-hal yang baik, bukan pada kesesatan.

๐Ÿ”† Berikut ini beberapa hal agar surga ada di rumah kita karena hati bersih para penghuninya, amal pun tanpa pamrih, hanya mengharap ridha ilahi: 
1โƒฃ Berlepas diri atas segala bentuk ketergantungan kepada selain Allah Azza wa Jalla demi memurnikan pengabdian kita pada-Nya. 
Pokok dan ruh ketauhidan adalah memurnikan rasa cinta untuk Allah semata, dan hal itu merupakan pokok penghambaan dan penyembahan kepada-Nya. Itulah hakikat dari ibadah. Tauhid tidak akan sempurna sampai rasa cinta seorang hamba kepada Rabbnya menjadi sempurna, dan kecintaan kepada-Nya harus lebih diutamakan daripada segala sesuatu yang dicintai. Sehingga rasa cintanya kepada Allah mengalahkan rasa cintanya kepada selain-Nya dan menjadi penentu atasnya, yang membuat segala perkara yang dicintainya harus tunduk dan mengikuti kecintaan ini yang dengannya seorang hamba akan bisa menggapai kebahagiaan dan kemenangannya. 
Merealisasikan tauhid dalam rumah kita adalah dengan membersihkan kita dan keluarga kita dari tiga hal; syirik, bidโ€™ah, dan maksiat. Barangsiapa yang melakukannya maka berarti dia telah merealisasikan tauhidnya.
ู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูุณู’ูˆูŽุฉูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŒ ูููŠ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู ุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูู‚ูŽูˆู’ู…ู ู‡ูู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ุง ุจูุฑูŽุขุกู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูู…ูŽู‘ุง ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ูŽูŽูู‘ู‘ ูƒูŽููŽุฑู’ู†ูŽุง ุจููƒูู…ู’ ูˆูŽุจูŽุฏูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู

ุงู„ู’ุนูŽุฏูŽุงูˆูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุบู’ุถูŽุงุกู ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูุคู’ู…ูู†ููˆุง ุจูุงู„ู„ูŽูŽูู‘ู‘ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ู„ูŽููุจููŠู‡ู ู„ูŽูŽูุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูŽู†ูŽู‘ ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู…ู’ู„ููƒู ู„ูŽูƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽูŽูู‘ู‘ ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุชูŽูˆูŽูƒูŽู‘ู„ู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ

ุฃูŽู†ูŽุจู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุตููŠุฑู

โ€œSesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia. Ketika mereka berkata kepada kaum mereka, โ€˜Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.โ€™ Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya, โ€˜Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah.โ€™ (Ibrahim berkata), โ€˜Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.โ€™.โ€ (QS. Al-Mumtahanah: 4) 

2โƒฃ Perbanyak beristighfar pada Allah Subhanahu wa Taโ€™ala. 
Renungkan betapa banyak nikmat Allah yang diberikan pada kita, namun betapa sedikit kita bersyukur. Dan betapa seringnya kita lalai, lalai karena harta kita, anak-anak kita, ataupun karena istri kita. Setiap ibadah yang kita lakukan tidaklah lepas dari campur tangan Allah. Dia memberikan kita taufiq sehingga kita terasa ringan dalam melakukan ibadah, dan itu semua adalah nikmat yang selayaknya kita syukuri. Allah berfirman dalam banyak ayat mengenai perintah untuk beristighfar dan bertaubat, diantaranya dalam
ูˆูŽุชููˆุจููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽูู‘ ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ

โ€œDan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.โ€ (QS. An-Nur: 31)

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุชููˆุจููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽูู‘ ุชูŽูˆู’ุจูŽุฉู‹ ู†ูŽู‘ุตููˆุญู‹ุง

โ€œHai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang benar (ikhlas).โ€ (QS. At-Tahrim: 8)

ูˆูŽุฃูŽู†ู ุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู’ ุซูู…ูŽู‘ ุชููˆุจููˆุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูู…ูŽุชูู‘ุนู’ูƒูู… ู…ูŽู‘ุชูŽุงุนู‹ุง ุญูŽุณูŽู†ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุฃูŽุฌูŽู„ู ู…ูู‘ุณูŽู…ู‹ู‹ู‘ู‰ ูˆูŽูŠูุคู’ุชู ูƒูู„ูŽู‘ ุฐู ูŠ ููŽุถู’ู„ู ููŽุถู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู† ุชูŽูˆูŽู„ูŽู‘ูˆู’ุง ููŽุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู

ูƒูŽุจููŠุฑู

โ€œDan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepadaNya, (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu, hingga pada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sungguh aku takut, kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat.โ€ (QS. Hud: 3) 
Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,โ€œSayyidul istighfar (penghulu bacaan istighfar) adalah seorang hamba mengucapkan:
ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ู„ูŽุง ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽู†ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏููƒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏููƒ ูˆูŽูˆูŽุนู’ุฏููƒ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุช ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู…ูŽุง ุตูŽู†ูŽุนู’ุช ุฃูŽุจููˆุกู ู„ูŽูƒ ุจูู†ูุนู’ู…ูŽุชููƒ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘

ูˆูŽุฃูŽุจููˆุกู ุจูุฐูŽู†ู’ุจููŠ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ ู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐูู‘ู†ููˆุจูŽ ุฅู„ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ
(โ€˜Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkauโ€™.) Barangsiapa mengucapkannya di pagi hari dalam keadaan meyakininya, lalu ia mati di waktu malamnya, maka ia akan masuk surga.โ€ 
(bersambung pekan depan, insyaa Allah)
Pemateri: Ustadzah Dra. INDRA ASIH
Dipersembahkan:

http://www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Iklan