السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-54 dari Silsilah ‘Ilmiyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Beberapa Kejadian Di Padang Mahsyar (Bagian 2)”.

Di antara kejadian di Padang Mashyar bahwasanya Allāh akan bertanya kepada Malaikat dan Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām.

Allāh menyebutkan di dalam Surat Sabā ayat 40-42 bahwasanya di Padang Mahsyar, Allāh akan bertanya kepada para Malaikat yang disembah oleh sebagian manusia sebagai penghinaan kepada orang-orang musyrikin yang dahulu menyembah mereka:

“Apakah mereka ini dahulu menyembah kalian?”.

Para malaikat menjawab:

“Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami bukan mereka. Akan tetapi sebenarnya mereka dahulu telah menyembah jin, kebanyakan mereka beriman kepada jin tersebut.”

⇒ Maksudnya bahwasanya orang-orang musyrikin ketika menyembah selain Allāh baik orang yang shalih, benda mati dan yang lain-lain maka pada hakekatnya mereka menyembah jin karena yang menyuruh mereka untuk menyekutukan Allāh adalah jin.

Apabila mereka menaati berarti mereka telah menyembah jin tersebut.

Para malaikat pun tidak berkuasa untuk memberikan manfaat dan tidak pula mudharat kepada orang-orang yang telah menyembah mereka.
Para penyembah malaikat itu pun akan diadzab oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Di dalam Surat Al Māidah ayat 116-117 Allāh menyebutkan bahwasanya Allāh akan bertanya kepada Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām, sebagai penghinaan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla terhadap orang-orang Nashrani, yang menjadikan beliau dan ibu beliau sebagai Tuhan.

“Wahai ‘Īsā putra Maryam, apakah engkau dahulu pernah mengatakan kepada manusia:

‘Jadikanlah aku dan ibuku dua Tuhan selain Allāh?’

‘Īsā menjawab:

“Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku untuk mengatakannya.

Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau mengetahuinya.

Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diriMu.

Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghāib.
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku untuk mengatakannya, yaitu:

‘Sembahlah Allāh Rabbku dan Rabb kalian.’

Dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku hidup.

Maka setelah Engkau wafatkan atau angkat aku, Engkau lah yang mengawasi mereka.

Dan Engkau Maha Menyaksikan segala sesuatu.”

Demikianlah keadaan para malaikat dan Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām.

✓Mereka adalah makhluk yang taat beribadah kepada Allāh.

✓Senang apabila manusia menyembah hanya kepada Allāh.

✓Dan mereka tidak pernah menyuruh manusia menyembah diri mereka.

Demikian pula orang-orang yang shalih dan wali-wali Allāh, manusialah yang terlalu berlebih-lebihan terhadap mereka;

• Membuat patung mereka.

• Memajang gambar mereka.

• Membangun dan menghias kuburan mereka.

• Meyakini bahwasanya mereka mengetahui yang ghāib.

• Berdo’a kepada mereka.

• Bepergian jauh untuk berziarah ke makam mereka.

• Beri’tikaf di kuburan mereka.

• Menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka.

• Membangun masjid di atas kuburan mereka atau memasukkan kuburan mereka di dalam masjid.

• Bertawassul dengan do’a mereka setelah mereka meninggal dunia atau menganggap orang-orang shalih tersebut bisa mendekatkan diri mereka kepada Allāh.

Ini semua termasuk berlebihan.

Jangan sampai keadaan seseorang seperti keadaan:

⑴ Kaum Nabi Nūh ‘alayhissalām yang berlebihan terhadap 5 orang shalih yang disebutkan dalam surat Nūh ayat yang ke-23.

Atau keadaan,

⑵ Sebagian orang yang mengaku mencintai ‘Ali bin Abī Thālib, Fāthimah, Hasan, Husain dan sebagian keturunan Beliau radhiyallāhu ‘anhum kemudian berlebih-lebihan terhadap mereka.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah

✒Ditranskrip Oleh Tim Transkrip BiAS
_______________

Iklan