The Miracle of Ngobrol”

Oleh: Masyhuri Az Zauji

📚 Prolog:
Ngobrol, seringkali dianggap sepele sehingga menyebabkan masalah semakin bertele-tele…
Ngobrol, seringkali dianggap remeh sehingga konflik dalam keluarga makin lama makin berabeh…
Ngobrol, ringan aktifitasnya tetapi dahsyat pengaruhnya…

Melalui ngobrol, masalah yang sudah mendekati poin 100 lama lama menjadi nol…
Melalui ngobrol, emosi yang tak terkendali bisa lebih terkontrol…
Klo gak mau ngobrol, masalah ringan lama-lama bikin pondasi rumah tangga pelan2 ambrol…

Ayolah ngobrol…
Mulailah ngobrol…
Biasakanlah ngobrol…
In syaa Allah semuanya akan terasa ringan gak ada hati yang ‘dongkol’…
😅😅😅

💑 Sebuah Alasan Utama (Urgensi Ngobrol):
Dari beberapa pengalaman, pengamatan, hingga penghayatan terhadap masalah-masalah yang dialami dalam sebuah keluarga (rumah tangga), baik masalah yang terjadi antara suami-istri maupun antara orangtua dan anak, kebanyakan munculnya masalah-masalah yang rumit susah tertangani karena DILATARBELAKANGI dan DIPERPARAH oleh renggangnya komunikasi.

Banyak masalah yang sebenarnya awalnya SEPELE, tetapi karena masing-masing DIAM dan membiarkan masalah itu mengendap, akhirnya masalah itu mengalami ‘mutasi gen’ yang ekstrim sehingga masalah sepele itu berubah menjadi masalah yang sangat serius dan mengancam keberlangsungan rumah tangga.

Ada ungkapan yang menyatakan: “Masalah apa sih yang tidak selesai dengan bicara???”

Ada juga sebuah analogi yang pernah saya sampaikan: “Jangan buru-buru meributkan ember yang tak jua terisi air. Periksalah dulu TALANG airnya…”

Jadi, ayah bunda sekalian…
Kita tdk perlu terlalu dipusingkan dengan masalah dan jalan keluarnya, jika yang kita benahi terlebih dulu adalah akar dari masalah itu sendiri.

Komunikasi adalah TALANG dari segala ARUS masalah. Bangun terus, perbaiki terus efektifitas komunikasi meski melalui langkah-langkah sederhana, dengan ngobrol, saling cerita berbagi suka dan duka…

📖 Hasil penelitian.

1. Kebutuhan Bicara.
Ada dua fakta (hasil penelitian) yang menarik untuk dicermati tentang kebutuhan berbicara seseorang:

1# Seorang ibu, istri, perempuan adalah makhluk (mayoritas) berkromosom XX. Jiwanya butuh mengeluarkan 13-20 ribu kata perhari. Hal ini penting untuk melembutkan Nada Bicara dan Bahasa Tubuh, mencairkan endapan masalah dan ‘amarah’. Jadi, setiap suami harus mau meluangkan waktunya untuk banyak ngobrol dengan istri.

2# Sebuah penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Maryland menemukan kenyataan bahwa laki-laki hanya mengeluarkan 7.000 kata perhari. Salah satu penyebabnya (menurut penelitian ini) adalah karena lebih sedikitnya kadar jenis protein yang terkait dengan kemampuan berbicara pada otak laki-laki.

Meski tidak semua, namun secara umum perempuan lebih suka bicara dbanding laki-laki.

Dua hasil penelitian ini, meski bukan sebuah kebenaran mutlak, tetapi layak menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua (Ayah dan Bunda) dalam membangun komunikasi efektif dalam rumah tangga.

Seorang suami harus berupaya lebih banyak ngajak ngobrol istri, meski kadang hal itu dirasa ‘kurang penting’ oleh suami. Demikian juga, seorang istri harus lebih banyak bersabar jika suami lebih banyak cuek dan berdiam diri dan lebih semangat lagi untuk mengajak suami mau berbagi.

2. Laboratorium Cinta.
Ini hasil penelitian di Harvard University oleh John Goodman di Amerika yang meneliti 3000 pasangan selama 33 tahun pada Laboratorium penelitiannya.

Di laboratorium itu di namakan lab cinta, yang diisi oleh 3000 pasangan (tentunya setiap pasangan ada di pavilliun sendiri2 ya). Hanya kegiatan di kamar mandi dan kamar tidur yg tidak di rekam CCTV.

Setelah keluar dari laboratorium itu mereka masih mendapat pengamatan hingga 33 thn, dan ini hasilnya:

– Pasangan bahagia , harmonis dan langgeng , yang didalam komunikasi keseharian :
1 (satu) kali mengkritik , diganti dengan 5 (lima) kali memuji
jadi bayangkan bila anda dalam satu hari mengkritik pasangan anda sebanyak 5 kali maka anda harus mengganti dengan memujinya 25 kali.

– Pasangan yang bercerai :
5 (lima) kali mengkritik dan 4 (empat) kali memuji. Nah kalau perbandingannya lebih parah dari ini anda bisa bayangkan sendiri, bisa cerai lebih cepat atau kalaupun bertahan pasti adem2 saja tapi punya idaman lain.

Ternyata… Demikian penting ya… Berkata-kata… Ngobrol lepas mencurahkan rasa…

Beberapa manfaat Ngobrol
1# Ngobrol, menguatkan ikatan emosi orangtua dan anak
2# Ngobrol, mengasah kemampuan bahasa dan IQ anak
3# Ngobrol, sarana efektif dlm membuat dan menerapkan aturan kedisiplinan
4# Ngobrol, menghilangkan segala prasangka meniadakan dusta
5# Ngobrol, membangun cinta mengundang PAHALA
6# Ngobrol, mengubah MASALAH menjadi ISHLAH
7# Ngobrol, menjadikan beratnya beban terasa ringan
8# Ngobrol, membangun ketataan tanpa keterpaksaan
9# dan masih banyak ‘keajaiban’ lainnya dari Ngobrol

📖 Dalam sebuah Hadits disebutkan:
Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya dan ngobrol setelah isya. (HR. Bukhari 568, Muslim 1496, dan yang lainnya).

📝 Para ulama mengatakan, obrolan yang makruh setelah isya adalah obrolan yang tidak ada maslahatnya. Adapaun kegiatan yang ada maslahatnya dan ada kebaikannya, tidak makruh. Seperti belajar ilmu agama, membaca cerita orang soleh, ngobrol melayani tamu, atau penantin baru untuk keakraban, atau suami ngobrol dengan istrinya dan anaknya, mewujudkan kesih sayang dan hajat keluarga. (Syarh Shahih Muslim, 5/146).

Demikian ulasan sederhana tentang manfaat dari ngobrol bersama keluarga. Semoga keluarga kita semua senantiasa dikarunia Rahmat dan Kasih Sayang yang melimpah dari Allah SWT.

Selamat menikmati kebahagian dan keberkahan bersama keluarga…
Selalu berbagi dan menggali…

Iklan