ENGKAU LUPA TETAPI ALLĀH TIDAK LUPA
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Para ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

▪Jika kita bertanya kepada diri kita sendiri:

“Sudah berapa banyak orang yang pernah kita ghibahi?

Yang pernah kita sebutkan kejelekan-kejelekannya, siapa saja?”

Tentu jawabannya dengan pasti:

“Sudah lupa siapa mereka semua.”

Mungkin kita ingat sebagian orang yang pernah kita jelek-jelekkan, kita rendahkan, kita ghibahi, tapi kalau untuk mengingat semua (maka) kita akan lupa.

▪Lantas, terhadap Si Fulān, Si Fulān dan Si Fulān yang pernah kita ghibahi tersebut:

“Apa saja ghibah yang pernah kita ceritakan tentang mereka?

Apa saja kejelekan-kejelekan mereka yang pernah kita sebutkan?”

Pertanyaan ini lebih susah dari yang pertama.

Untuk mengingat siapa saja yang pernah kita ghibahi telah kita lupakan.

Apalagi kesalahan-kesalahan mereka yang pernah kita sebutkan, tentu juga lebih sulit untuk kita ingat dan pasti sudah kita lupakan.

▪Kalau kita bertanya kepada diri kita kembali:

“Apa saja yang pernah kita tulis di media sosial tatkala kita komentar di facebook? Tatkala kita komentar WhatsApp?

Berapa banyak yang telah kita tulis?”

Jawabannya tentu kita telah lupa.

Apa saja yang kita tulis tentu kita telah lupa.

Siapa saja yang pernah kita ejek, kita sindir, kita jatuhkan di catatan Facebook dan komentar di grup-grup WhatsApp tersebut mungkin kita telah lupa.

Sungguh kita telah lupa, mungkin sudah kita delete (hapus).

Tapi ingatlah kalau semuanya masih tercatat di Lauh Al Mahfūzh.

Semuanya masih tercatat di dalam catatan amal kita.

Oleh karenanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman dalam Al Qurān:

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ

“Tatkala Allāh Subhānahu wa Ta’āla membangkitkan mereka seluruhnya kemudian Allāh mengabarkan tentang apa yang mereka lakukan. Allāh telah mencatat seluruhnya dan mereka (telah) melupakannya.”

(QS Al Mujādalah: 6)

Shadaqallāhul ‘azhīm, sungguh benar perkataan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Mereka telah melupakan apa yang telah mereka lakukan.

Kita telah melupakan maksiat-maksiat yang pernah kita lakukan.

Para ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Allāh berfirman tentang bagaimana orang-orang yang mujrimin yang melakukan dosa, mereka ketakutan pada hari kiamat.
Kata Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Tatkala catatan amal diletakan maka kau akan lihat orang-orang yang berbuat dosa akan ketakutan (ketakutan terbongkar aib/kesalahannya).

Dan mereka berkata:

‘Sungguh celaka kita, kitab apa ini? Tidak ada perkara yang kecil, tidak ada perkara yang besar kecuali tercatat.’

Dan mereka melihat, apa yang telah mereka lakukan hadir di hadapan mereka. (Allāh berfirman, ‘Bacalah kitabmu!’).

Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun.”

(QS Al Kahfi: 49)

⇒ Maka cukup pada hari ini engkau sebagai penghisab dirimu (karena) Allāh Maha Adil.

Catatan amal kita akan terpampang (dihadirkan) di hadapan kita.

Lalu, siapa yang mengisi catatan amal tersebut?

Kita sendiri, kitalah yang telah merangkai tulisan dalam catatan amal kita.

📎 Seluruh amalan kita.
📎 Seluruh perkataan kita.
📎 Seluruh perbuatan kita.
📎 Seluruh catatan kita.

Seluruhnya tercatat dalam buku catatan amal kita.

▪Sesungguhnya kita adalah penulis buku itu dan kita akan disuruh oleh Allāh untuk menghisab amalan kita.

Maka pada hari tersebut kita akan ingat seluruh apa yang pernah kita lakukan.

Kata Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ (٣٤) يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ مَا سَعَىٰ (٣٥)

“Tatkala tiba malapetaka yang besar, tatkala tiba hari kiamat. Maka pada hari itu manusia akan ingat seluruh yang pernah dia lakukan.”

(QS An Nāzi’āt: 34-35)

Seluruh ucapan yang pernah dia ucapkan, seluruh tulisan yang pernah dia tulis, seluruh perbuatan yang pernah dia lalukan, yang telah dia lupakan tatkala di dunia, maka pada hari tersebut akan diingatkan kembali oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Maka, ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Hisablah diri kita, ingatlah diri kita, ingatlah apa yang kita ucapkan.

Timbanglah dulu sebelum kita berbicara dan berbuat karena seluruh yang kita ucapkan dan kita perbuat akan hadir (terbuka) di hadapan kita dalam catatan amal kita pada hari kiamat kelak.

Demikian, semoga bermanfaat apa yang kita sampaikan.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ustadz Firanda Andirja, MA
🔊 Ceramah Singkat | Engkau Lupa Tetapi Allāh Tidak Lupa
⬇ Download audio: https://goo.gl/klXv7E

Iklan