📚 Jagalah Hak Allah, maka Allah akan Jaga Hak Kita

Saudaraku seiman yang dirahmati Allah,

Kita sebagai hamba yang diciptakan oleh Allah, memiliki kewajiban yang merupakan hak Allah atas kita. Kita diciptakan untuk mengabdi kepada-Nya setulus hati. Pengabdian itu akan terlihat dengna jelas dalam perilaku dan orientasi kehidupan kita. Jika kita benar-benar mengabdi kepada Allah, tentu sekuat tenaga kita berusaha menjadikan seluruh pernik dan tujuan hidup kita hanya untuk Allah. Hal itu terbukti jika kita mampu menjaga hak-hak Allah atas diri kita. Dengan melakasanakan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilafrang-Nya. Jika kita mampu bersabar menjaga hak Allah, maka Allah alkan memenuhi dan menjaga apa yang menjadi hak kita, di dunia dan akhirat. Allah berkalam,

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas” (QS. az-Zumar : 10)

Jama’ah yang dirahmati Allah,

Dikisahkan dalam kitab Jami’ul ‘Ulum wal Hikam : 466, bahwa ada seorang ulama yang sudah berumur lebih dari 100 tahun. Namun, ia masih tetap segar, kuat, dan cerdas. Suatu ketika, ia melompat dengan lompatan yang sangat tinggi, sehingga orang-orang di sekitarnya menegurnya. Maka ia menjelaskan bahwa, “Sesungguhnya anggota tubuhku ini ketika masih muda dijaga dari berbuat maksiat kepada-Nya. Ketika anggota tubuh ini tua, ia dijaga oleh Allah”

Sebaliknya dikisahkan juga, ada orang tua renta yang tersia-sia hidupnya. Maka dikatakan, bahkwa ia ketika muda menyia-nyiakan hak Allahg dengan melakukan berbagai kemaksiatan, maka hidupnya pun tersia-sia di masa tua.

Kaum Muslimin yang berbahagia,

Penjagaan Allah kepada orang yang mampu menjaga hak-hak Allah dengna penuh keikhlasan, tidak hanya dirasakan oleh orang tersebut. Namun, juga dirasakan dan dinikmati oleh keturunan orang yang saleh tersebut.

Dalam al-Qur’an disebutkan,

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا

“Adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, sedang ayahnya seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya”

Para ulama menerangkan, bahwa kesalehan orang tua akan bisa dinikmati oleh keturunannya. Begitu pula seterusnya, selama mereka menjaga hak-hak Allah, maka Allah pun akan menjaga mereka. Umar bin Abdul Aziz menyatakan, jika seorang mukmin meninggal dunia, maka Allah akan menjaga keturunannya.

Imam Ahmad menyebutkan dalam Musnadnya, Rasulullah ﷺ menceritakan, bahwa ada seorang perempuan keluar untuk berperang di jalan Allah. Kemudian, ia kehilangan kambing dan alat pemintalnya. Dengan penuh pengharapan, perempuan tersebut memohon kepada Allah untuk mengembalikan kambing dan alat pemintalnya. Maka Allah pun mengembalikan kambing dan alat pemintalnya yang hilang.

Jama’ah yang dirahmati Allah,
Siapa pun yang menjaga mulut, perut, dan kemaluannya dari bermaksiat kepada Allah, niscaya Allah akan menjaganya. Siapa pun yang menjaga ilmu dan hartanya untuk membela dan memperjuangkan agama Allah, niscaya Allah pun akan menjaga ilmu dan hartanya. Begitulah Allah memenuhi dan menjaga hamba-hamba-Nya yang istiqamah dalam menjaga hak-hak-Nya. Ingatkah kita, bahwa dengan bersabar atas apa yang tidak kita sukai, akan kita dapatkan berbagai kebaikan? Sesungguhnya kemenangan akan bersama kesabaran dan kesulitan akan bersama kemudahan. Allah berkalam,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. asy-Syarh : 5-6)

Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah untuk dapat menjaga hak-hak-Nya dengan penuh keiklasan dan kesabaran.

ﺁﻣِﻴْﻦُ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ

Iklan