KANDUNGAN MAKNA

✅Di antara poin penting yang patut diperhatikan ketika berkomunikasi adalah isi tutur kata Anda. Sebagai cerminan iman kepada Allah dan hari akhir, Anda harus menyadari bahwa setiap kata yang terucap pasti dimintai pertanggungjawaban atas kebenaran ucapan Anda, yang pertanggung jawaban itu bisa terjadi di dunia ataupun di akhirat.

✅Kesadaran akan adanya pertanggung jawaban atas setiap ucapan mendorong Anda untuk bersikap waspada dan selektif dalam bertutur kata. Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir berbeda dengan orang selainnya yang menduga ucapannya sekadar mengisi waktu luang. Anda meyakini bahwa setiap ucapan termasuk bagian dari amalan.

( ﻣَﺎ ﻳَﻠْﻔِﻆُ ﻣِﻦْ ﻗَﻮْﻝٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻟَﺪَﻳْﻪِ ﺭَﻗِﻴﺐٌ ﻋَﺘِﻴﺪٌ )

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qaf :18 ‏)

✅Bisa jadi seorang hamba mengucapkan suatu kata yang tidak dia pedulikan maknanya, namun ia menjerumuskannya ke Neraka melebihi jarak timur dan barat. (Bukhori & Muslim)

✅Mungkin selama ini Anda terbiasa menjadikan tutur kata sebagai pengisi waktu luang, penghangat suasana, atau pelepas rasa letih. Akibatnya, Anda kurang berhati-hati ketika berkomentar atau berbicara.

✅Pada perang Tabuk seorang munafik bertanya kepada Auf bin Malik :”Mengapa para penghafal Quran itu paling rakus dibandingkan yang lain, paling suka berdusta dan paling penakut ketika pertempuran berkecamuk?”
Spontan Auf menghardiknya, “Kamu telah berdusta, sejatinya kamu seorang munafik, sungguh akan kulaporkan ucapanmu tadi kepada Rasulullah.”

Tanpa berfikir panjang Auf segera pergi dari situ dan menemui beliau, namun Al Quran terlebih dahulu turun menceritakan peristiwa tersebut.

Zaid bin Aslam mendengar penuturan Abdullah bin Umar: “Aku menyaksikan orang munafik itu bergelayutan pada tali pelana unta Rasulullah. Dia berusaha membela diri – Wahai Rasulullah, kami hanya mengisi waktu luang dengan bersenda gurau. – Namun respon beliau tidak lebih dari membacakan ayat ;

(… ﻗُﻞْ ﺃَﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﺴْﺘَﻬْﺰِﺋُﻮﻥَ )

“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (At Taubah;65 ‏)

✅Salah satu aspek penting yang harus Anda perhatikan ketika berkomunikasi adalah akurasi data terkait sesuatu yang hendak disampaikan.

Kebenaran dan keakuratan ini tidak kalah penting dengan aspek komunikasi lainnya. Pengabaian aspek ini mengakibatkan komunikasi Anda tidak bermutu, dan akhirnya menjadi sampah pemikiran belaka.

✅Ucapan Anda yang tidak didukung keakuratan akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Menghilangkan kepercayaan masyarakat, mencoreng nama baik, serta mempersulit urusan pribadi. Sebagaimana ia juga menyulut kebencian, persengketaan bahkan peperangan.

✅Cukuplah sebagai kedustaan apabila kamu menyampaikan setiap yang kamu dengar. (Muslim)

✅Islam melarang kita menyampaikan informasi yang belum jelas kebenarannya, maka bersikap atas dasar informasi itu tentu lebih layak untuk dilarang.

( ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﻥْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻓَﺎﺳِﻖٌ ﺑِﻨَﺒَﺈٍ ﻓَﺘَﺒَﻴَّﻨُﻮﺍ ﺃَﻥْ ﺗُﺼِﻴﺒُﻮﺍ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﺑِﺠَﻬَﺎﻟَﺔٍ ﻓَﺘُﺼْﺒِﺤُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰٰ ﻣَﺎ ﻓَﻌَﻠْﺘُﻢْ ﻧَﺎﺩِﻣِﻴﻦَ )

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
[Surat Al-Hujurat 6 ‏]

✅Menyaring informasi atau tabayun yang diajarkan agama Islam semakin dibutuhkan pada zaman sekarang. Zaman yang mengalami kemajuan yang pesat dalam bidang informatika.

✅Melihat kondisi saat ini, alasan berupa “hanya menyampaikan informasi” seperti yang kerap diutarakan media, tidaklah tepat.

✅Seringkali pihak media beranggapan bahwa dengan menyebutkan sumber informasi yang disampaikan sudah cukup mencerdaskan segenap masyarakat atau dengannya mereka mengira telah terbebas dari tanggung jawab.

✅Alasan tersebut tentu tidak dapat dibenarkan, karena berbagai informasi yang disuguhkan media tetap saja rentan dalam menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat.
Karena itu Nabi memvonis orang yang menyampaikan setiap informasi yang diketahuinya sebagai pendusta.

Wallahu a’lam bish showab.

—————-🌍====🌍—————

DDC -Donasi Dakwah Center-
Yayasan Al Islam

Iklan